Tips Mengatasi Bantingan Shock Sepeda Motor Matik yang Keras
Reporter: Wisnu Andebar
Editor: Eko Ari Wibowo
Selasa, 4 September 2018 13:50 WIB
Shockbreker. [modif.com]
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, Jakarta - Bantingan shock breaker sepeda motor depan yang keras disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut mekanik bengkel Sabar Motor, Feri Febrian di Cileungsi, Bogor pada Selasa, 4 September 2018 mengatakan, penyebabnya bisa dari umur, seal, dan as sehingga butuh penanganan dan tips penyelesaiannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia melanjutkan, umur shock breaker depan yang terlalu lama menyebabkan kinerja shock bisa berkurang. “Biasanya tergantung pemakaian, gejala awal shock keras ini terjadi karena per yang sudah terlalu lama sehingga kinerja berkurang, juga oli shock yang kualitasnya berkurang seiring bertambahnya umur,” kata Feri kepada Tempo di bengkel Sabar Motor.

Baca: Ini Dampak Penggunaan Velg Moge pada Motor Sport 150cc

Kemudian seal dan as yang rusak, jika salah satu komponen ini rusak otomatis oli di dalam tabung shock akan bekurang. Kejadian ini mudah untuk diketahui karena jika komponen tersebut bocor, oli akan luber kemana-mana.

Menurut Feri, cara menangani hal tersebut dengan membongkar dan mengecek satu per satu part yang rusak. Jika sudah ditemukan, takaran oli shock diganti dengan yang baru sesuai ukuran.

Takaran yang pas untuk motor matik dan bebek adalah 70 hingga 80 mililiter, sedangkan ukuran motor sport 150 cc 170 mililiter. Ukuran tersebut untuk satu tabung shock depan.

Untuk mendeteksi oli shock yang kebanyakan bisa dilakukan dengan mengetes dengan cara mengerem depan kemudian di ayun-ayunkan. Jika terlalu keras itu kebanyakan, jika terlalu empuk tapi saat dipakai berkendara malah keras itu pertanda oli terlalu sedikit.

Baca: Ban Mobil Memiliki Tingkat Kelayakan, Simak Tanda-tandanya

Lalu, jika per shock dirasa kinerjanya sudah menurun lebih baik menggantinya dengan yang baru dan jangan membalik per, karena tidak akan berpengaruh pada kinerjanya. “Membalik per shock tidak akan berpengaruh dan tidak menimbulkan efek apa-apa. Jika sudah keras lebih baik diganti,” ujarnya.

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi