Usaha Bus Wisata Kolaps akibat Covid-19, Ini Permintaan Pengusaha ke Pemerintah
Reporter: Bisnis.com
Editor: Jobpie Sugiharto
Minggu, 16 Agustus 2020 12:08 WIB
Petugas memasang tanda dilarang duduk di dalam bus wisata Taman Safari Prigen, Jawa Timur, Kamis, 4 Juni 2020. Kebun binatang ini telah ditutup sejak akhir Maret 2020, untuk mengekang penyebaran virus corona. TEMPO/Aris Novia Hidayat

GOOTO.COM, Jakarta - Operator bus minta Pemerintah memberikan tambahan waktu relaksasi kredit enam bulan lagi. Kondisi bisnis operator bus wisata sudah di ujung tanduk akibat pandemi Covid-19.

Ketua Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) Yuli Sayuti berharap relaksasi cicilan kredit Maret hingga-September atau Oktober 2020 diteruskan hingga Maret 2021.

“Kami berharap tambahan enam bulan lagi,” ujarnya dalam Diskusi Online (Diskon) bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) pada Jumat, 14 Agustus 2020, seperti dikutip Bisnis.com.

Menurut dia, kalau relaksasi kredit tidak berlanjut, 50-75 persen usaha bus wisata akan kolaps. Hingga kini bus wisata masih sepi peminat akibat penutupan tempat wisata imbas pandemi Covid-19.

Yuli menjelaskan bahwa permalahan utama asosiasi adalah terdapat 1.200 pengusaha bus wisata dengan belasan ribu kendaraan. Nah, 90 persen di antaranya mati sur.

"Enggak bergerak."

Pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang pariwisata akan segera menjadi ancaman besar sebab bakal terjadi penarikan bus wisata oleh perbankan atau lembaga keuagan karena terkendala pembiayaan.

“Kami mohon kepada pemerintah, perhatikan kami agar bisa hidup dan bukalah tempat pariwisata agar kami bisa bergerak lagi,” ujar Yuli.

#Bus Wisata
#COVID-19

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi