Beijing Auto Show 2020: Penjualan Mobil Melonjak dari Puing Pandemi-19
Reporter: Terjemahan
Editor: Jobpie Sugiharto
Minggu, 27 September 2020 19:42 WIB
Iklan
Iklan

GOOTO.COM, JakartaPasar mobil Cina telah pulih dari pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir, terutama untuk mobil kelas atas. Tapi tergantung hasil Beijing Auto Show 2020 yang dimulai Sabtu lalu, 26 September 2020.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Beijing Auto Show 2020 adalah sebuah acara industri langka yang diadakan secara langsung selama pandemi Covid-19. Pameran mobil ini menandai kemenangan Cian sebagai pasar mobil terbesar di dunia.

"Penjualan mobil tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," kata analis senior LMC Automotive, Alan Kang, seperrti ditulis Hindustan Times pada sabtu, 26 September 2020. "Banyak mobil terjual selama musim panas karena pelanggan menunda pembelian setelah lockdown pandemi."

Cina mengunci diri akibat pandemi pada akhir 2019 sehingga ekonomi negeri terbesar kedua di dunia itu mandek. Cina adalah episentrum pandemi Covid-19.

Penjualan mobil Cina naik 11,6 persen pada Agustus 2020 dari tahun sebelumnya. Ini kenaikan kelima berturut-turut setelah terjun pada lockdown pandemi Covid-19.

Pada Februari 2020, penjualan merosot hingga 79 persen ke level terendah sejak 2005. Periode "September Emas, Oktober Perak" dimulai dengan penjualan mobil penumpang naik 12 pesen dalam 20 hari pertama September.

Asosiasi Produsen Mobil Cina memperkirakan rebound penjualan tahun ini akan turun kurang dari 10 persen. Prediksi ini lebih baik dari perkiraan pada Mei bawha penjualan turun 15-25 persen.

Sebagian besar kenaikan penjualan didorong oleh penjualan mobil penumpang yang mayoritas produk Daimler dan BMW. Penjualan ini didorong oleh model baru mobil mewah tersebut, diskon harga, serta pemulihan ekonomi Cina.

Asosiasi Mobil Penumpang Cina menerangkan, penjualan mobil premium menyumbang rekor 15 persen dari pasar Cina pada Agustus 2020 atau naik sekitar 10 persen tahun lalu.

Kendaraan listrik juga memberikan dorongan penjualan di Beijing Auto Show 2020 karena ledakan harga saham Tesla yang mendorong minat pembelian di Cina. Bahkan startup produsen mobil listrik Cina, seperti Nio, Xpeng, Li Auto, dan WM Motor total mengumpulkan lebih dari 8 miliar dolar AS tahun ini.

Yale Zhang, Kepala Konsultan AutoForesight di Shanghai, mengatakan bahwa penjualan sedan besar dan kendaraan sport telah kembali ke level tahun lalu. Tapi persaingan di antara merek pasar massal semakin meningkat.

Pasar sedan dan mobil sport menjadi medan pertempuran utama untuk merek internasional dan domestik, termasuk Volkswagen, Toyota, dan Geely.

Meski begitu, Zhangberkata, "Kinerja penjualan dalam dua bulan ini akan memberi kita petunjuk tentang apa yang akan terjadi selanjutnya."

HINDUSTAN TIMES

 

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi