Andrea Dovizioso Sebut Marc Marquez Bisa Menangi MotoGP Meski Cidera
Reporter: Antara
Editor: Wawan Priyanto
Sabtu, 9 April 2022 18:51 WIB
Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team Andrea Dovizioso duduk di garasi tim saat sesi latihan bebas 1 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat 18 Maret 2022. Ajang balapan MotoGP seri kedua 2022 tersebut berlangsung pada 18-20 Maret 2022. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

GOOTO.COM, Jakarta - Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team Andrea Dovizioso mengatakan bahwa Marc Marquez (Repsol Honda) bisa memenangi gelar juara dunia meski kondisinya belum 100 persen pulih dari cidera. 

Marquez, pemegang enam titel juara dunia MotoGP, belum muncul lagi sebagai penantang utama gelar sejak 2020 karena kecelakaan di balapan pembuka yang menyudahi musimnya lebih dini, diikuti dengan cedera penglihatan ganda yang ia alami pada akhir 2021 dan awal 2022.

Kecelakaan mengerikan di Indonesia bulan lalu membuat Marquez melewatkan dua balapan dan akan harus lebih berhati-hati dalam menggeber motornya akhir pekan ini di Grand Prix Amerika Serikat.

Meski demikian Dovizioso mengatakan ia tak akan mengeluarkan Marquez dari daftar penantang serius gelar musim ini.

"Saya memiliki pendapat pribadi soal Marc Marquez dan saya kira dia belum dapat kembali ke kondisi fisik terbaiknya seperti di masa lalu," kata Dovi dikutip Reuters, Jumat, 8 April 2022.

"Itu akan sulit atau bahkan mustahil, tapi itu tidak berarti dia tidak mampu memenangi titel."

Mantan pembalap Ducati itu finis runner-up di kejuaraan dunia setelah gagal mengalahkan Marquez dalam tiga tahun beruntun dan kedua pembalap sering terlibat duel sengit yang melibatkan pertarungan ketat di lap-lap terakhir.

"Talentanya luar biasa, tidak banyak orang dan pembalap menyadari itu," kata Dovi yang kini membalap untuk tim RNF Yamaha.

"Dia memiliki peluang menang bahkan bila ia tidak fit 100 persen."

Musim 2022 baru menyelesaikan tiga balapan tapi Marquez masih memiliki peluang setelah sembilan pembalap berbeda mampu finis podium, menegaskan betapa terbukanya persaingan tahun ini.

Dovi menjelaskan jarak antara pemenang dan pembalap terakhir semakin kecil karena pengembangan motor, dengan downforce, alat pengatur ketinggian, elektronik yang membuat perbedaan besar ketimbang kemampuan pebalap itu sendiri.

"Dari sisi pembalap, menurut saya, itu tidak terlalu bagus... Pengembangan sisi teknis di MotoGP bukan yang terbaik karena apabila Anda cepat di akhir pekan Anda bisa bertarung, tapi jika Anda tidak cepat, Anda tak bisa bersaing," kata dia.

"Semua terkait dengan kecepatan. Setiap sesi itu seperti kualifikasi karena Anda harus mencetak lap yang baik agar bisa masuk sepuluh besar.

"Saya tidak suka itu. Mungkin karena saya tumbuh di situasi yang berbeda, tapi kenyataannya demikian dan Anda harus beradaptasi."

Setelah hampir sepuluh tahun, Dovi (36) kembali menunggangi motor Yamaha pada tahun lalu dan kesulitan mencetak finis poin dengan tim satelit Yamaha RNF.

Ia mengatakan masih beradaptasi dengan motor barunya itu.

"Anda bisa bayangkan betapa besarnya perubahan karena semuanya berbeda, sebagian besar berbeda (dari Ducati). Butuh waktu untuk beradaptasi," kata dia.

"Saya orangnya cukup kecil di atas motor dan saya kewalahan dengan ukuran sasis yang lebih besar, itu masalah utamanya. Apabila Anda tidak nyaman, Anda tak bisa mendorong ke limitnya. Anda tak bisa mengubah ukuran dari motor itu.

"Saya menyadari bagaimana sulitnya tahun lalu, saya menyadari sejumlah poin negatif. Apabila Anda tidak membalap dengan cara tertentu, seperti yang dilakukan Fabio (Quartararo), Anda tidak dapat menggunakan potensi motor ini... Saya mencoba mempelajari dan meniru para pembalap lainnya di Yamaha."

Baca juga: Andrea Dovizioso Menang Dramatis di MotoGP Qatar

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.

#Andrea Dovizioso
#Marc Marquez
#Yamaha
#Repsol Honda
#MotoGP

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi