Ingin Tambah Tenaga dengan Ganti Knalpot? Perhatikan Resep Ini
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 3 Mei 2010 17:01 WIB
TEMPO/Rully Kesuma

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagai saluran pembuangan gas sisa pembakaran, knalpot juga memiliki pengaruh terhadap tenaga mesin. Lantaran itulah, komponen mobil ini memiliki arti penting.

Bahkan, begitu pentingnya tak sedikit pemilik mobil yang berusaha menggantinya dengan knalpot hasil kreasi bengkel atau pabrikan. Tujuannya, untuk mendapatkan tambahan tenaga mesin. Walhasil, mobil kesayangan pun bisa melaju lebih cepat.

Namun, tak sedikit pula pemilik mobil yang merasa kecewa. Pasalnya setelah melakukan penggantian – dengan ongkos yang tak kecil tentunya – bukannya tenaga mobil semakin tokcer, malah sebaliknya, jadi loyo.

“Itu terjadi karena kesalahan di desain dalam knalpot. Karena, pada dasarnya knalpot yang bagus rancangannya akan memberikan tekanan balik yang tepat agar dapat menghasilkan tenaga mesin yang optimal.,” tutur Handoko pemilik Roda Jaya Motor, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (3/5).

Menurut pria yang telah 20 tahun menekuni modifikasi knalpot ini, performa mesin akan menurun ketika terjadi tekanan balik gas di sistem pembuangan. Sedangkan tekanan itu terjadi karena terhalangnya aliran sistem pembuangan.

“Baik di sepanjang pipa pembuangan, sistem peredam suara, maupun di beberapa katalis pengubah energi yang ada di sistem pembuangan.,” terangnya.

Lantaran itulah, knalpot yang bagus akan memanfaatkan tekanan balik tersebut untuk bertemu dengan udara dan bahan bakar yang masuk. Sehingga terjadi keseimbangan antara aliran gas buang dan campuran udara dengan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar mesin. Walhasil pembakaran akan jauh lebih sempurna dan tenaga pun makin tokcer.

Lantaran itulah, sebelum mengganti knalpot, ia mewanti-wanti agar para pemilik mobil memperhatikan beberapa hal berikut:

Kenali jenis knalpot

Sebelum mengganti tentukan pilihan, apakah anda akan mengganti knalpot anda dengan knalpot standar bawaan pabrik atau knalpot racing yaitu hasil modifikasi bengkel dan pabrikan. Setelah itu pilihlah knalpot berdasar peruntukkannya apakah untuk mobil transmisi manual atau otomatis.

Bila mobil anda menggunakan transmisi manual dan menggunakan knalpot standar, maka perhatikan beberapa hal secara teliti mulai dari header, resonator, hingga muffler belakang. “Selain pipa-pipa untuk saluran knalpot yang dipilih harus berkualitas bagus,” ujar Handoko.

Sedangkan untuk mobil transmisi otomatis, persyaratannya cukup sederhana. “Cukup mengganti headernya saja. Ini sudah cukup, dan jangan menggunakan saluran yang langsung membuang atau istilahnya free flow, justeru tenaga akan loyo,” tandas dia.

Tentukan ukuran yang ideal

Memang, untuk ukuran ini bisa tergantung selera anda. Sedangkan pilihan ukuran knalpot yang umum tersedia di pasaran adalah 3 inci, 3,5 incii, serta 4 inci.

Namun, alangkah baiknya bila anda mengkonsultasikan kepada ahli knalpot dengan minta perbandingan keuntungan dan kekurangan bila menggunakan ukuran dari masing-masing pilihan. Tanyakan pula, header, resonator, hingga muffle yang ideal dengan masing-masing ukuran dan bandingkan sendiri.

Yang terang, jangan lupa bahan yang bagus adalah dari stainless steel sehingga tidak mudah karat dan tahan lama. Bila di luar bahan itu, siap-siap saja untuk mengganti atau menambalnya. anda kembali repot kan?

Bila memilih knalpot racing

Bila anda ingin merasakan laju mobil anda seperti mobil sport, bisa memilih knalpor racing. Hanya, sebelum menjatuhkan pilihan dan memasangnya, sebaiknya anda menanyakan dulu apakah header yang digunakan sudah klop resonator dan muffler untuk menghasilkan tenaga yang besar.

Bila masih ragu sebaiknya anda menggantinya satu set. Pasalnya, bila hanya setengah-setengah yang anda ganti, dan ternyata hasilnya jauh dari yang diharapkan maka mau tidak mau harus mengganti lagi. Dan anda pun rugi sendiri, karena harus mengeluarkan ongkos untuk bongkar pasang dan membeli bahan.

Namun satu hal yang musti anda pikirkan, biasanya knalpot racing suaranya agak atau malah berisik. Padahal, di Undang-undang Lalu Lintas Jalan Raya yang baru yaitu nomor 22 tahun 2009 knalpot jenis itu dilarang digunakan untuk kendaraan yang dipakai sehari-hari.

Karena itu, bila anda ingin bergaya racing tetapi tidak ingin menyalahi aturan, sebaiknya yang standar tetapi modelnya racing. “Jenis ini banyak di pasaran, selain suaranya sudah halus juga membuat mobil bisa digeber,” jelas Handoko.

ARIF ARIANTO

#Info Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi