Harga Mobil Murah LCGC Bakal Jadi Mahal  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Jumat, 19 September 2014 09:59 WIB
Mobil murah milik Toyota yaitu Agya saat diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, Jakarta, (24/9). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pergantian tahun, produsen otomotif segera mengajukan revisi atas harga mobil murah, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) kepada pemerintah. Menurut Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Suparno Djasmin, usulan revisi harga disesuaikan dengan aturan pemerintah. "Untuk menuju ke sana, tentu ada syarat dan requirement yang harus dipenuhi," kata Suparno yang akrab disapa Abong di arena Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis, 18 September 2014. (Baca juga: Jokowi-JK Akan Kaji Ulang Mobil Murah)

Abong mengatakan hingga saat ini produsen kendaraan belum memiliki keputusan mengenai usulan revisi harga LCGC. Dia juga menolak menjawab saat ditanya mengenai usulan persentase kenaikan harga yang diperlukan. "Tidak bisa saya sampaikan di sini," ujarnya. Menurut Abong, pabrikan mobil kini menanti sikap dan keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga LCGC, sesuai dengan kondisi pasar dan peningkatan kualitas produk. (Baca juga: Jual Mobil Murah, Honda Rugi Kurs)

Data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, pada Januari-Agustus 2014 penjualan LCGC sudah mencapai 113.752 ribu unit. LCGC memberi kontribusi sebesar 14 persen dari total penjualan kendaraan periode tersebut, yang mencapai 830.398 unit. Beberapa produk LCGC yang beredar di pasaran saat ini adalah Astra Toyota Agya, Astra Daihatsu Ayla, Suzuki Karimun Wagon R, Honda Brio Satya, dan Datsun GO Panca. "Harus diakui, industri otomotif terdongkrak oleh penjualan LCGC pada tahun ini," kata Abong. (Baca juga: Evaluasi LCGC, Menteri Hidayat Minta Waktu Sepekan)

Ditemui di Bekasi pada Juni 2014, Ketua Dewan Pembina Gaikindo Subronto Laras meminta pemerintah untuk merevisi patokan harga LCGC, yang kini mencapai Rp 95 juta. Alasannya, kata Subroto, komponen biaya produksi seperti upah buruh dan listrik selalu naik. "Kami memohon kepada pemerintah, patokan harga LCGC jangan dikunci pada angka itu," kata Subronto. (Baca juga: Pemerintah Disarankan Cabut Kebijakan Mobil Murah)

Menurut Subronto, industri otomotif sebenarnya merugi dengan patokan harga LCGC yang dari pemerintah. Namun, kata dia, banyak pabrikan yang tidak mau terbuka mengenai hal itu. "Kami harapkan kebijaksaan pemerintah," ujarnya. Jika harga LCGC tidak direvisi, Subronto mengatakan produsen mobil bisa saja menurunkan spesifikasi produk atau mengganti material. "Misalnya pelek alloy diganti dengan bahan berkualitas biasa, selisihnya sudah banyak," katanya.

FERY FIRMANSYAH | AMIR TEJO

Berita TerpopulerAhok Pilih Nachrowi Jadi Wagub, Lupa 'Haiya, Ahok' Ahok Mau Bikin Razia Parkir Liar Tambah Seru Jokowi Kaget Biaya Perjalanan Pemerintah Rp 30 T

#IIMS 2016 Update
#Toyota Astra Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi