Baja Otomotif Indonesia Ditantang Masuk Thailand  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Selasa, 23 September 2014 17:33 WIB
Pekerja menyelesaikan perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6x6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Industri otomotif Thailand membuka peluang bagi ekspor produk baja otomotif asal Indonesia. Menurut President for Supporting Industries Association Thailand, Viroj Sirithanasart, pabrik baja di Thailand hanya ada satu dan tidak bisa memenuhi kebutuhan industri otomotif yang ada. (Baca juga: Bus Scania Buatan Lokal Meluncur di IIMS 2014)

Menurut Viroj, kebutuhan baja untuk industri otomotif Thailand berasal dari Cina, Korea Selatan, India, dan Jepang. Indonesia, ujar dia, punya peluang bersaing karena biaya pengirimannya lebih murah dibanding negara-negara tersebut. "Asalkan produk bajanya memenuhi standar yang ditentukan pemegang merek otomotif di Jepang," tuturnya di Jakarta, Selasa, 23 September 2014.

Tahun lalu, Thailand mengekspor delapan juta sepeda motor dan 2,5 juta mobil ke sejumlah negara di Asia. Serapan produk otomotif di Negeri Gajah Putih hanya satu juta unit mobil. Viroj memperkirakan ekspor mobil dari Thailand akan meningkat menjadi 2,6 juta unit pada 2015.

Executive Committee of Indonesia Iron and Steel Industry Association, Djamaludin Tanoto, mengatakan kapasitas produksi baja di Indonesia mencapai 12 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar disalurkan untuk kepentingan konstruksi, bukan otomotif. Sebab, membuat baja otomotif tidak mudah. "Baru ada satu pabrik yang sudah bisa, yakni Krakatau Posco." (Baca juga: Mobil-mobil Ini Didesain Khusus untuk IIMS 2014)

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Yerry, menyatakan perseroan masih harus bekerja sama dengan pabrikan lain untuk membuat baja otomotif. Sebab, industri otomotif membutuhkan baja pelat, sedangkan produksi Krakatau masih berupa gulungan. "Kini, mereka membutuhkan pelat baja tipis tapi kekuatannya maksimal," ujar Yerry. (Baca juga: Penjualan Mobil Lesu Menjelang Akhir Tahun)

AMIR TEJO

Berita TerpopulerIstri AKBP Idha Endri Kuasai Harta Bandar Narkoba Golkar Terbelah Hadapi Voting RUU Pilkada Onno W. Purbo Nilai E-Blusukan Jokowi Tak Relevan

 

#IIMS 2016 Update
#PT Krakatau Steel

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi