Bagaimana Cara SPG IIMS Atasi Pengunjung Nakal ?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Rabu, 24 September 2014 07:38 WIB
Seorang model berpose di samping mobil konse yang diluncurkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Daihatsu Ultra Function Compact (UFC-2) dalam pameran Indonesia International Motor Show 2013 (IIMS) di Ji Expo Kemayoran, Jakarta, (26/9). Tempo/Fardi Bestari

TEMPO.CO, Jakarta - Bekerja sebagai gadis duta promosi alias sales promotion girls (SPG) memang harus tabah dan kuat mental. Selain kerap dipandang negatif, profesi ini berisiko karena para SPG rawan jadi sasaran "kenakalan" para pengunjung pameran atau calon klien yang mereka hadapi. (Baca: Kisah SPG IIMS, Rayuan Gombal dan Pelukan Nakal)

Di arena Indonesia International Motor Show 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, banyak cerita unik yang dialami para SPG. Ada yang dimintai nomor telepon, diajak kencan, dipeluk-peluk, hingga ada klien yang meminta ditemani menginap. (Baca: Mau Jadi SPG Cantik Suzuki? Begini Syaratnya)

Untuk tantangan semacam ini, para SPG punya cara mengatasinya. Yasmine, mahasiswi sebuah institut perhotelan yang menjadi SPG di booth Jeep, biasa memberikan nomor palsu pada pengunjung yang menanyakan kontak pribadinya. "Kalau diminta nomor telepon, aku kasih nomor asal-asalan," ujarnya kepada Tempo. Jika digoda, Yasmine hanya membalas dengan senyuman. (Baca: Panas-panasan, Berapa Honor SPG Cantik IIMS 2014?)

Secara umum, ada senjata yang selalu digunakan para SPG untuk menangkal ulah iseng, yakni bahasa tubuh atau body language. Menurut Wirmaliyanti Ikhsan, 20 tahun, salah satu Daihatsu Pretty atau SPG Daihatsu, bahasa tubuh bisa berujung pada hasil positif atau negatif. Dengan bahasa tubuh yang baik, seperti sikap anggun, senyuman ramah, dan penuturan cerdas, konsumen akan segan dan menghargai keberadaan SPG. (Baca: SPG Cantik IIMS 2014, Ada yang Punya Gelar Master)

Sebaliknya, tutur Wirma, kesan buruk bisa muncul dengan bahasa tubuh tertentu. Dia mengakui ada citra buruk yang melekat pada SPG akibat terlalu centil atau terkesan menebar godaan. Ada juga kesan buruk akibat pakaian yang terlalu seksi. "Tetapi ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Jika bahasa tubuhnya baik, orang lain akan segan," katanya. Tapi, jika ulah iseng pengunjung sudah menjurus jadi ancaman, para SPG langsung meminta bantuan tenaga keamanan yang menjaga booth tersebut. (Baca: kisah SPG IIMS 2014 di sini)

HUSSEIN ABRI YUSUF | DIMAS SIREGAR

Berita TerpopulerTiga Tudingan Miring Anas kepada Keluarga SBY Bantu TNI, Tahir: Tak Ada Makan Siang Gratis Bocah 8 Tahun Dapat Duit Rp 15 Miliar dari YouTube   Panas-panasan, Berapa Honor SPG Cantik IIMS 2014?  

 

#IIMS 2016 Update
#Gaikindo

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi