Investor Yaman Incar Mobil Listrik Dahlan Iskan  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Kamis, 25 September 2014 17:12 WIB
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Gusti Muhammad Hatta mengamati desain mobil listrik sport SELO dan ukuran besar GENDHIS di kawasan Rektorat UGM, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/11). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2014, dua mobil listrik milik Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan ternyata sudah mengundang perhatian investor asing. Mobil listrik Selo dan Gendhis yang dibuat oleh Bengkel Kupu-Kupu Malam Yogyakarta pernah ditawar pemodal asal Timur Tengah. "Tahun lalu, investor dari Yaman tertarik dan bahkan sudah memesan mobil ini," kata Manajer Bengkel Kupu-Kupu Malam, Kunto Wibisono, kepada Tempo, hari ini. (Baca: Dua Mobil Listrik Dahlan Iskan Mojok di IIMS 2014

Kunto menuturkan, tawaran itu bermula saat Selo dan Gendhis direncanakan sebagai kendaraan tamu negara dalam Konferensi Negara-negara Asia Pasifik (APEC) 2013 di Bali. Namun, dengan alasan keamanan, mobil ini batal digunakan. Tapi investor asal Yaman yang namanya dirahasiakan itu kadung suka pada dua mobil listrik ini, terutama Gendhis. "Mereka langsung mengutus tim dari Kedutaan Besar Yaman untuk mengunjungi bengkel kami," ujarnya.

Menurut Kunto, ketertarikan investor asal Yaman itu tak lepas dari model yang dirancang desainer Kupu-Kupu Malam. Dia juga mengatakan sang investor mengaku kagum dengan kemampuan Selo dan Gendhis. Selain berniat membeli, pemodal itu siap membantu memasarkan Selo dan Gendhis di kawasan Timur Tengah. (Baca: Mobil Listrik Dahlan Iskan Berapa Harganya ?).

Sayang, tawaran menggiurkan itu terpaksa ditolak oleh manajemen Kupu-Kupu Malam. Sebab, ketangguhan Selo dan Gendhis saat itu belum sempurna. Sejak dirancang pada Maret 2013, Selo dan Gendhis belum pernah menjalani uji coba secara komprehensif. "Lagi pula, kami ingin berfokus pada pasar lokal lebih dulu," kata Kunto.

Mobil listrik Selo berwujud sedan sport, mirip dengan supercar McLaren atau Lamborghini. Sedangkan Gendhis adalah multi-purpose vehicle (MPV) berukuran besar dengan tampilan mewah seperti Toyota Alphard atau Hyundai H-1. Kunto mengatakan pengembangan purwarupa Selo menghabiskan dana Rp 1,8 miliar, belum termasuk nilai riset. Sedangkan investasi untuk Gendhis mencapai Rp 1,5 miliar. Mobil berkapasitas tujuh penumpang ini memiliki fitur kenyamanan yang diklaim tak kalah dibanding mobil sekelasnya. (Baca berita IIMS 2014 di sini).

DIMAS SIREGAR

Berita TerpopulerWartawati Tempo Dilecehkan Simpatisan FPI Soal Gantung Diri di Monas, Anas: Siapa Bilang?   Adnan Buyung: Jaksa Penuntut Anas Bodoh 6 Orang Mati, Vonis Anas, dan Skandal Hambalang

 

#IIMS 2016 Update
#Kementerian BUMN
#Dahlan Iskan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi