Seperti Apa Kinerja Mobil Listrik Dahlan Iskan?  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Kamis, 25 September 2014 17:14 WIB
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Gusti Muhammad Hatta saat menjajal mobil listrik sport SELO dan ukuran besar GENDHIS di kawasan Rektorat UGM, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/11). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Dua mobil listrik milik Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dipajang di Indonesia International Motor Show 2014. Mobil bernama Selo dan Gendhis ini dipajang di gerai Bengkel Kupu-Kupu Malam, Hall A Semipermanen JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (Baca: Dua Mobil Listrik Dahlan Iskan Mojok di IIMS 2014).

Kepada Tempo, Manajer Bengkel Kupu-Kupu Malam, Kunto Wibisono, memaparkan spesifikasi teknis Selo dan Gendhis. Selo yang berwujud mirip dengan supercar ini memiliki kandungan lokal 70 persen. Komponen lokal berada di kompartemen bodi serta sebagian interior. Sedangkan suku cadang  yang cukup mahal dan masih harus diimpor adalah baterai dan motor listrik seharga sekitar Rp 40 juta. (Baca: Mobil Listrik Dahlan Iskan, Berapa Harganya ?)

Kunto mengklaim racikan motor listrik Selo bisa mengeluarkan daya sekitar 130 kilowatt atau setelah dikonversi ke dalam besaran energi mekanik menjadi 182 daya kuda (HP). Dengan motor ini, Selo bisa dipacu hingga 220 kilometer per jam. Selain punya daya yang mumpuni, Selo bisa menempuh jarak 250 kilometer dalam kondisi baterai penuh. "Perlu empat jam untuk mengisi baterai dari kondisi kosong," katanya.

Sedangkan performa Gendhis berada di bawah Selo. Gendhis diklaim bisa melaju paling cepat 150 kilometer per jam. Menurut Kunto, mobil-mobil ini sudah menggunakan sistem regenerative brake yang memungkinkan baterai mobil terisi dengan daya yang dilepas selama terjadi pengereman. Namun, dia mengakui teknologi mobil listrik itu masih belum secanggih kendaraan hibrid yang sudah dipasarkan secara global. (Baca: Mobil Masa Depan Sedot Perhatian di IIMS 2014)

Untuk riset Gendhis dan Selo, Dahlan Iskan dan tim Kupu-Kupu Malam menghabiskan biaya yang cukup besar. Kunto mengatakan biaya pengembangan Selo mencapai Rp 1,8 miliar, sedangkan Gendhis Rp 1,5 miliar. Kini, fokus utama riset Selo dan Gendhis adalah menyediakan baterai berkapasitas besar. Dengan menambah kapasitas baterai, kata Kunto, jarak tempuh mobil ini lebih jauh ketimbang mobil listrik biasa, yang bisa digunakan untuk menempuh jarak 150 kilometer. "Tapi, konsekuensinya, biaya riset jadi lebih mahal." (Baca berita IIMS 2014 di sini)

DIMAS SIREGAR

Berita TerpopulerWartawati Tempo Dilecehkan Simpatisan FPI Soal Gantung Diri di Monas, Anas: Siapa Bilang?   Adnan Buyung: Jaksa Penuntut Anas Bodoh 6 Orang Mati, Vonis Anas, dan Skandal Hambalang

 

#IIMS 2016 Update
#Kementerian BUMN
#Dahlan Iskan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi