Setiap Jam, 3 Orang Tewas Gara-gara Kecelakaan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 8 Juli 2011 17:45 WIB
ANTARA/Syofiar
Iklan
Iklan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Prihantono, menyatakan pada 2030 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian nomor 5 di dunia. "Ini setelah penyakit jantung, stroke, paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan," kata Bambang, hari ini, Jumat 8 Juli 2011.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Data Kepolisian RI pada 2010 mencatat ada 31.234 jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. "Artinya, setiap jam terdapat sekitar 3-4 orang meninggal dunia," katanya. Sebanyak 67 persen korban, kata Bambang, ada pada usia produktif, yakni 22-50 tahun.

Pemerintah mencatat kerugian akibat kecelakaan lalu lintas diperkirakan mencapai 2,9 hingga 3,1 persen dari total pendapatan domestik bruto negara. "Total PDB 2010 mencapai Rp 7.000 triliun. Maka, kerugiannya akibat kecelakaan lalu lintas mencapai sekitar Rp 203-217 triliun," ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, menambahkan, di Jakarta tiap hari 3 orang tewas akibat kecelakaan. "Ini karena tingkat disiplin para pengendara yang kurang," kata Royke kepada Tempo.

Menurut Royke, ada 4 faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di ruas jalan raya, yaitu kendaraan, manusia, jalan, dan cuaca. "Kami terus berupaya menyelamatkan nyawa manusia di jalan raya," ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya adalah dengan menggelar "Operasi Patuh Jaya 2011" yang akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai Senin, 11 Juli 2011, besok. Operasi itu ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Dikatakan Royke, terdapat sekitar 26 ruas jalan arteri besar atau koridor di Jakarta yang paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas. "Di antaranya adalah Daan Mogot, Cakung, Pamulang, Ciputat, Cilincing, Jalan Raya Bogor, dan lainnya," ujarnya.

Jumlah kecelakaan lalu lintas di Jakarta memang tidak mudah ditekan, mengingat diperlukan juga kesadaran dari para pengguna kendaraan bermotor. "Imbauan kami, pengguna jalan harus semakin tertib dalam berlalu lintas," kata Royke.

SUTJI DECILYA | PRIHANDOKO

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi