Korban Airbag Takata Bertambah  
Reporter: Tempo.co
Editor: Agung Sedayu
Minggu, 3 Januari 2016 06:51 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil. TEMPO/Ary Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Honda Motor Company akhirnya membenarkan bahwa kematian seorang bocah 13 tahun yang mengemudikan Honda Accord di Pennsylvania barat, Amerika Serikat, pada Juli 2015 memang disebabkan oleh cacatnya airbag (kantong udara) produk Takata Group yang terpasang pada mobil itu. Airbag produksi perusahaan pemasok suku cadang Jepang tersebut semakin dianggap bermasalah karena sudah menyebabkan sembilan kematian di jalan raya selama setahun terakhir, Minggu, 3 Januari 2016.

Dikutip dari Reuters pada Kamis, 31 Desember 2015, konfirmasi Honda tersebut muncul seusai inspeksi komponen kendaraan yang dilakukan Honda bersama Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA). Inspeksi itu dilakukan pada sejumlah produk Honda terkait dengan kecelakaan tersebut.

Honda menjelaskan, airbag yang terpasang pada Honda Accord dalam kecelakaan itu memang pecah karena memakai inflator. Inflator yang meledak dicurigai memicu tewasnya pengemudi yang masih bocah itu.

Dari laporan Reuters, aparat Pennsylvania sudah melaporkan bahwa bocah pengendara mobil tersebut memakai mobil tanpa izin orang tuanya. Honda Accord yang dikendarainya pun ternyata mobil bekas. Pihak Honda mengaku sudah mengirimkan permintaan penarikan kembali untuk perbaikan (recall) kepada pemilik lama mobil tersebut pada 2010.

“Kami kirim lagi kepada pemilik baru pada 21 Juli 2015, sehari sebelum kecelakaan itu terjadi,” ujar juru bicara Honda dalam suatu pernyataan.

Kasus kecelakaan Honda Accord di Pennsylvania diangkat NHTSA akhir Desember 2015. NHTSA menyatakan kasus itu terungkap setelah pengacara keluarga bocah itu menghubungi mereka dan menjelaskan situasi sebenarnya.

NHTSA menyatakan sudah ada delapan kematian di jalan raya yang disebabkan oleh airbag Takata, terhitung sejak April 2015. Lebih dari 30 juta unit mobil dari berbagai merek di seluruh dunia telah ditarik terkait dengan penggunaan airbag Takata.

Airbag produksi Takata memiliki inflator yang mengandung amonium nitrat yang berpotensi memicu ledakan api. Inflator adalah senyawa khusus yang dapat mengembangkan airbag sebagai alat pengaman bagi pengendara mobil.

Takata pada November 2015 setuju membayar denda US$ 70 juta atas pelanggaran keamanan yang disebabkan oleh produk airbag mereka yang cacat, seperti yang dituduhkan NHTSA.

YOHANES PASKALIS | REUTERS

#Kecelakaan Angkutan Umum

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi