Cerita Lelaki Penyebab Kecelakaan Termahal Dunia
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Rabu, 7 Desember 2011 20:21 WIB
telegraph.co.uk

TEMPO Interaktif, Jakarta -Dua hari lalu, kecelakaan melibatkan mobil-mobil ternama dunia di Jepang. Polisi menanyai 14 sopir kendaraan mewah yang mengalami peristiwa itu. Hasilnya, seorang pria pengendara berusia 60 tahun asal Chikusima, Fukuoka, Jepang yang tak disebutkan namanya mengaku kepada polisi sebagai penyebab kecelakaan itu.

Ia melaju kendaraannya melebihi batas kecepatan 80 kilometer per jam. Lelaki tersebut kehilangan kontrol saat menunggang mobil kuda jingkrak di antara mobil sejenis dan mobil mewah lainnya. Kendaraannya itu tak terkontrol saat melaju cepat di jalur Chugoku Expressway, Shimonoseki, Yamaguchi yang basah. Akhirnya mobil menabrak pembatas jalan.

Peristiwa ini terjadi pada Ahad pagi lalu, saat puluhan kendaraan mewah konvoi bersama-sama dari jalan tol selatan Japan menuju Hiroshima. Lelaki ini berada di depan konvoi saat peristiwa berlangsung. Manuver sang sopir mengakibatkan 14 mobil lain yang mencoba mengindar malah terlibat kecelakaan karambol.

Mobil-mobil Ferarri, Mercedes, dan Lamborghini saling bertabrakan. Biaya perbaikan kerusakan ditaksir mencapai £2.6 juta dan 10 sopir lain luka ringan. Kejadan ini menjadi kecelakaan mobil termahal dalam sejarah. Polisi sampai menutup jalan selama enam jam untuk membersihkan jalur kecelakaan yang juga melibatkan mobil Toyota Prius.

Koran lokal, Mainichi melaporkan lelaki itu memberi keterangan tersebut kepada serorang sumber polisi jalan raya setempat: “Saya menyetir melebih batas kecepatan. Saya telah berusaha mengendalikan mobil saya, tetapi roda depan saya selip dan keluar lintasan, sehingga membuat kendaraan saya menghantam tepi jalan.”

Akibat kelakuannya, lelaki 60 tahun ini bisa dituntut atas keceobohan mengemudi yang membahayakan dan membuat rekannya cidera. Namun itu masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

TELEGRAPH | PURWANTO

#Kecelakaan Angkutan Umum

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi