Pembongkaran Mesin Esemka Tak Libatkan Siswa SMK
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Senin, 5 Maret 2012 15:54 WIB
Mobil Esemka Rajawali rakitan Siswa-siswa SMK sedang dilakukan pemasangan alat uji emisi di ruang uji Balai Termodinamika Motor dan Sistem Propulsi (BTMP), Tangerang, Banten, sebelum dilakukan proses uji emisi, Senin (27/2).TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Surakarta - PT Solo Manufaktur Kreasi hari ini, Senin, 5 Maret 2012, mulai membongkar mesin Esemka di Solo Techno Park. Pembongkaran mesin untuk mengetahui di bagian mana yang menyebabkan mobil Esemka tidak lolos uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi, Sulistyo Rabono, mengatakan pembongkaran mesin melibatkan tenaga ahli. “Mereka sudah berpengalaman soal mesin,” katanya kepada wartawan, Senin, 5 Maret 2012.

Pihaknya sengaja tidak mengajak siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam proses pembongkaran. Sebab, pembongkaran itu untuk mengetahui kelemahan mesin yang menyebabkan gagal di uji emisi. Menurut Sulistyo, siswa SMK belum bisa melakukan hal itu. “Kami sengaja menggandeng teknisi berpengalaman agar benar-benar beres,” ujarnya.

Direktur Pengembangan dan Pelayanan Solo Techno Park, Gampang Sarwono, mengatakan ada empat teknisi yang digandeng. Dia memastikan mereka adalah teknisi berpengalaman. “Mereka ahli di permesinan dan pernah bekerja di perusahaan otomotif nasional,” katanya.

Sedangkan untuk evaluasi dan supervisi pihaknya melibatkan beberapa praktisi dari industri otomotif, dosen teknik mesin dari berbagai universitas, dan ahli mesin. Gampang menyebut proses pembongkaran mesin hanya butuh satu hari. Setelahnya masuk tahap evaluasi.

“Fokus kami mencari penyebab kenapa Esemka tidak lolos uji emisi. Karena itu nanti akan dicek di saluran udara, sistem injeksi, atau sistem ruang bakar,” katanya. Apakah nantinya ada penggantian komponen, dia mengatakan kemungkinan tidak ada komponen yang diganti karena masih baru.

Yang mungkin dilakukan adalah menambah alat seperti catalytic converter atau menyetel ulang alat seperti ECU (electronic control unit). “Salah satu opsinya menambah konverter. Tapi kami berupaya memperbaiki mesin dahulu, sehingga tidak perlu menambah konverter,” ujarnya. Misalnya dengan meningkatkan kinerja pembakaran, sehingga bisa menekan emisi gas buang Esemka.

Setelah semuanya selesai diperbaiki pihaknya akan melakukan pengujian emisi sederhana. Jika masih ada yang kurang, dibenahi lagi sampai benar-benar tuntas. “Tentunya nanti ada pengujian untuk mengecek hasil perbaikan mesin,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita Terkait:Kata Jimly, Jokowi Sudah Mulai LebayEsemka Jokowi Gagal Lolos Uji EmisiSukiat Kaget, Mobil Esemka Gagal Uji EmisiLampu Esemka Belum Penuhi StandarTak Menyerah, Esemka Solo Siap Uji UlangEsemka Gagal Lolos Uji Emisi, Jimly Tetap MenantiBI Imbau Perbankan Danai Esemka Ini Kelemahan Esemka Versi Tim Uji Emisi

#Mobil Nasional

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi