Penjualan Kendaraan Niaga Loyo
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Jumat, 19 Agustus 2016 09:00 WIB
autoevolution.com

TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah permintaan kendaraan penumpang yang tumbuh tipis, penjualan kendaraan niaga justru turun hingga 18 persen pada semester pertama tahun ini.

"Tahun 2016 (untuk kendaraan niaga) cukup berat. Permintaan sampai Juli turun 18 persen," kata Direktur Pemasaran Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corp (MFTBC) Duljatmono, di sela-sela pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, di Tangerang Selatan, Kamis, 18 Agustus 2016.

Baca juga: Tujuh Hari Pameran, Mitsubishi Jual 590 Unit Pajero Sport

Sebagai pemimpin pasar untuk segmen kendaraan niaga, Duljatmono mengakui, Mitsubishi mengalami dampak dari penurunan permintaan tersebut, khususnya di segmen kendaraan niaga berat, Fuso.

Duljatmono mengatakan berbeda dengan kendaraan penumpang yang masih mengandalkan daya beli masyarakat, permintaan kendaraan niaga sangat dipengaruhi kondisi bisnis dan ekonomi domestik maupun global.

"Saat ini belum ada sinyal permintaan kendaraan niaga akan membaik," ujar Duljatmono.

Apalagi, menurut Duljatmono, sektor perkebunan dan pertambangan masih lesu akibat harga komoditas yang jatuh dan iklim yang tidak mendukung produksi produksi perkebunan seperti kelapa sawit.

"Tahun ini, kami mengandalkan (penjualan) dari sektor logistik yang masih bertahan dan tumbuh," kata Duljatmono.

Namun, ia tetap berharap pada semester ke-2 akan ada perbaikan permintaan kendaraan niaga mengingat anggaran belanja pemerintah akan lebih besar di periode tersebut.

Duljatmono mengatakan pada semester pertama belanja pemerintah baru 40 persen, sehingga ada 60 persen sisanya yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada permintaan kendaraan niaga.

"Kami perkirakan penjualan (kendaraan niaga) semester kedua bisa tumbuh 5-10 persen dibanding semester pertama," katanya.

Sejak tahun lalu, lanjut dia, permintaan kendaraan niaga terus menyusut akibat kondisi perkebunan dan pertambangan yang lesu.

"Saat ini pangsa pasar kendaraan niaga hanya sekitar 25 persen dari total pasar otomotif secara nasional," ujar Duljatmono.

Bila diasumsikan pasar otomotif secara nasional tahun ini sekitar 1,1 juta unit, seperti prediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), maka permintaan kendaraan niaga sekitar 275 ribu unit.

Sementara pangsa pasar Mitsubishi sebagai pemimpin pasar disegmen kendaraan niaga mencapai 45,4 persen atau sekitar 125 ribu unit.

ANTARA

#Penjualan Mobil
#Mitsubishi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi