Lucas di Grassi Juarai Perdana F1 Elektrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Budi Riza
Senin, 15 September 2014 20:00 WIB
Seorang model seksi berpose di depan pembalap Formula E dari tim E.Dams-Renault, Nicolas Prost saat bersiap dalam debut pembuka ajang Formula E di Beijing, Cina, 13 September 2014. (GOH CHAI HIN/AFP/Getty Images)

TEMPO.CO, Beijing - Pembalap tim Audi Sport ABT, Lucas di Grassi, memenangi kejuaraan seri perdana Formula Electric di Beijing, Cina. Pria kelahiran Brasil 30 tahun lalu ini menang setelah pada putaran akhir balapan terjadi kecelakaan yang melibatkan Nicolas Prost dan Nick Heidfeld.

"Saya cukup beruntung berada di tempat yang tepat dalam waktu yang tepat pula," kata Grassi seperti dikutip dari Foxsport, 13 September 2014. "Mimpi saya seperti menjadi kenyataan."

Grassi berterima kasih terhadap kerja timnya selama latihan dan kualifikasi, meski ada beberapa kesalahan. "Saya senang menjadi pemenang pertama dalam kejuaraan perdana Formula E ini," katanya. Grassi membawa pulang 25 poin pada kejuaraan itu.

Grassi mengaku ikut merasa prihatin atas kecelakaan yang menimpa Prost dan Heidfeld. Pada lap terakhir balapan, Heidfeld memepet Prost untuk menyalipnya. Namun putra legenda Formula 1 Alain Prost ini menutup ruang agar tidak didahului oleh Heidfeld. Roda mobil Prost lalu menyentuh mesin Heidfeld. Walhasil, tunggangan Heidfeld oleng lalu berputar dan menubruk pagar pembatas.

"Setelah menabrak trotoar, rasanya seperti berada di udara selamanya," kata Heidfeld. "Aku menutup mata dan menunggu dampak. Lalu saya berpikir, 'Oh, alangkah beruntungnya saya!'"Heidfeld mengatakan dirinya merasakan sakit ringan di betis. "Selain itu, aku baik-baik saja," ujarnya.

Lewat akun Twitter-nya, Prost mengaku menyesali insiden ini. "Saya benar-benar minta maaf, ya," cuitnya. 

Balapan di Beijing tersebut diselenggarakan di Olympic Park, tempat Olimpiade 2008. Mobil balap berputar 25 lap pada lintasan sepanjang 2 mil.

Formula E berikutnya akan berlangsung di Putrajaya, Malaysia, pada 22 November 2014.

Seri ini merupakan gagasan dari presiden federasi Jean Todt dan seorang pengusaha Spanyol Alejandro Agag pada 2011. "Kami berharap kejuaraan ini menjadi stimulus untuk penelitian dan pengembangan mobil listrik," kata Agag yang dikutip dari dalam laman NY Times. Kejuaraan ini diselenggarakan untuk mengkampanyekan program ramah lingkungan. "Ini elemen kunci bagi masa depan kota-kota kita." 

MUHAMMAD MUHYIDDIN

Terpopuler: Ahok Minta Lulung Diam, tapi Ada Syaratnya SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada Suryadharma: Ketua PPP Mendatang Harus ke Prabowo Pilkada Langsung Boros? Ini Bantahannya Menelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah

#Otomotif
#F1
#Grassi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi