Pabrik Chevrolet Tutup, GM Produksi Mobil Murah?
Reporter: Tempo.co
Editor: Grace gandhi
Sabtu, 28 Februari 2015 06:41 WIB
Dua model cantik berpose di depan mobil Chevrolet Spin pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 di JiExpo, Jakarta, 18 September 2014. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, menilai tutupnya pabrik General Motors (GM) di Bekasi akibat belum mampu bersaing dengan produsen mobil yang lain. “Kurang kompetitif untuk pasar dalam negeri,” ujar Panggah ketika dihubungi Tempo, Jumat, 27 Februari 2015.

Untuk pasar dalam negeri, menurut Panggah, masyarakat cenderung memilih mobil tipe MPV (multi purpose vehicle) dibanding dengan tipe Chevrolet Spin yang diproduksi General Motors. “MPV lebih berkembang karena sudah menjadi tipe mobil khas Indonesia,” ujar dia.

Selain itu, Panggah menilai, penutupan ini berkaitan dengan rencana GM untuk memproduksi mobil murah hemat energi atau low cost green car (LCGC) yang akan bekerja sama dengan perusahaan asal Cina, yaitu Liuzhou Wuling. Liuzhou Wuling akan ekspansi ke Indonesia untuk pasar Asia Tenggara.

Liuzhou Wuling menggandeng GM untuk melebarkan usahanya memproduksi mobil LCGC. Perusahaan asal Cina tersebut, menurut Panggah, sudah menyampaikan rencana investasi untuk pembangunan pabrik di Kawasan Industri, Delta Mas, Bekasi seluas 60 hektare dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun. "GM punya 40 persen saham di situ," ujar dia. “Akan beroperasi mulai 2017.”

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2014, penjualan mobil Chevrolet mencapai 10.018 unit. Penjualan terbesar terjadi pada Januari sebanyak 1.463 unit dan terendah pada Desember, yaitu 508 unit. Model Chevrolet yang paling banyak terjual sepanjang 2014 adalah Spin 1,5 LTZ dengan fuel G dan trans AT dengan jumlah penjualan 2.111 unit.

General Motors mulai beroperasi di Indonesia pada 1995. Setelah mendirikan pabrik, GM lantas menutupnya pada 2005. Perusahaan ini baru membuka kembali pabriknya di Bekasi pada Mei 2013. Namun, akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan kembali operasinya pada Juni 2015.

Presiden General Motors Southeast Asia Operations, Tim Zimmerman, mengatakan di Indonesia, bisnis perusahaannya akan berubah menjadi distributor. Tak cuma pemutusan hubungan kerja dengan 500 karyawan, dampak penghentian operasi pabrik ini adalah mundurnya Presiden Direktur GM Indonesia, Michael Dunne.

"Kami dapat memahami bahwa keputusan ini akan mengecewakan seluruh karyawan yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi selama ini di Indonesia," kata Zimmerman.

DEVY ERNIS

#Industri Otomotif
#General Motors

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi