Tak Dapat Pasokan Mesin, Redbull Terancam Mundur dari F1
Reporter: Tempo.co
Editor: guruh riyanto
Sabtu, 10 Oktober 2015 04:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Formula 1 Red Bull semakin terancam tidak dapat mengikuti kompetisi musim 2016. Ini menyusul penolakan Ferrari untuk memenuhi permintaan Red Bull memasok mesin. Hingga kini, juara dunia konstruktor empat kali itu tidak memiliki pemasok mesin untuk musim 2016.

Ferrari menolak permintaan Red Bull untuk memasok mesin karena Red Bull meminta mesin pabrikan untuk musim 2016. Artinya, tim itu mengusulkan agar Ferrari memasok mesin yang sama dengan yang mereka pakai. Sementara, Ferrari hanya bersedia memberi pasokan mesin buatan 2015. 

Ferrari menolak permintaan Red Bull karena takut tim itu bakal menjadi pesaing berat Ferrari. Selain itu, Ferrari sudah memasok mesin ke sejumlah tim F1. Tim itu adalah Toro Rosso, Has, dan Sauber.

Red Bull berupaya melakukan lobi dengan meminta bantuan promotor F1, Bernie Ecclestone. Ketua Tim Red Bull, Christian Horner menemui Ecclestone di sela-sela sesi latihan Grand Prix Rusia pada Jumat, 09 Oktober 2015.

Horner berharap Ecclestone bisa membantu Red Bull mendapat mesin dari Mercedes. Sebab, tim satelit Red Bull, Toro Rosso akan ikut mundul jika mereka tidak mendapatkan mesin. "Bernie berpengaruh. Ia promotor yang ingin Red Bull ikut berkompetisi," ujar Horner.

Memang, Ecclestone langsung menemui Mercedes setelah pertemuan itu. Namun, Mercedes tetap bersikukuh menolak permintaan Red Bull. "Situasi tidak berubah. Kami memutuskan tidak mengambil pilihan itu," ujar bos Mercedes, Toto Wolff.

Pemilik Red Bull Dietrich Mateschitz berulang kali menekankan, ia akan keluar dari balap jet darat jika gagal mendapatkan mesin. Red Bull sebelumnya memutuskan kontrak pasokan mesin dengan Renault. Ini karena mesin itu mebuat Red Bull terpuruk di posisi empat pada musim balap 2015. Red Bull baru meraih 139 poin. Prestasi itu jauh dari peringkat ke-3 konstruksi, Williams, dengan poin 208.

CRASH.NET | GURUH RIYANTO

#F1

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi