Hyundai: Pasar Pikap Masih Lesu, Ini Sebabnya
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Rabu, 26 April 2017 19:30 WIB
REUTERS/Truth Leem

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonomi ritel yang belum bergerak dituding menjadi penyebab kelesuan penjualan kendaraan niaga ringan pikap dalam 3 bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data Gabungan Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan pikap pada kuartal I/2017 hanya sebanyak 35.544 unit. Angka tersebut turun sekitar 13,9 persen dibandingkan capaian pada kuartal I/2016 yang mencapai 41.286 unit.

"Pasar pikap sangat tergantung pada ekonomi ritel. Selama itu belum bangkit, penjualan juga tidak akan bagus," kata Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno, Rabu, 26 April 2017.

Baca:Mitsubishi Serius Garap Segmen MPV di Indonesia

Hyundai merupakan pemain baru di segmen pikap. Melalui produknya, H-100 pabrikan asal Korea Selatan ini mencoba untuk mengisi celah sempit di kelas komersial ringan. Namun, penjualan mobil yang diluncurkan pada akhir tahun lalu ini masih belum menggembirakan.

Gaikindo mencatat, penjualan model ini selama 3 bulan pertama 2017 hanya sebanyak 1 unit. Mukiat mengakui, selain kondisi ekonomiu, persaingan di kelas komersial ringan memang cukup berat.

LihatMengapa Aplikasi Mobil Hyundai Rentan Diretas?

Di sisi lain, menurutnya momentum perayaan Idulfitri belum cukup mampu menggerakkan ekonomi ritel dan penjualan segmen pikap. Menurutnya, pasar kendaraan jenis ini akan membaik pada semester kedua. "Kalau Idul Fitri jadi stimulus tentu saat ini sudah terasa dampaknya. Tapi ini belum," kata Mukiat.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif
#Hyundai

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi