CEO Mitsubishi Motors Corp: MPV Kini Jadi Produk Utama Kami
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Senin, 14 Agustus 2017 18:29 WIB
CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko, hadir di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE, BSD City, Tangerang, 10 Agustus 2017. Masuko mengatakan Indonesia akan menjadi basis produksi Low MPV Mitsubishi untuk dipasarkan di kawasan Asean. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Tangerang - Setelah lama berfokus di pasar kendaraan niaga dan mobil penumpang kelas menengah ke atas, Mitsubishi akhirnya melirik kembali segmen minibus tujuh penumpang kelas menengah ke bawah atau lazim disebut low multipurpose vehicle (MPV).

Perusahaan berlogo tiga berlian ini meluncurkan Mitsubishi Xpander dalam pameran Gaikindo Indonesia International Autoshow (GIIAS) 2017, Kamis lalu, yang digadang-gadang sebagai pesaing duet raja segmen low MPV, Toyota Avanza-Daihatsu Xenia.

Baca: Begini Penampilan Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017

Tak tanggung-tanggung, Xpander diluncurkan oleh orang nomor satu Mitsubishi Motor Corp, Osamu Masuko. Masuko datang jauh-jauh dari Jepang lantaran punya rencana besar dengan Xpander serta pasar Indonesia pada umumnya.

Simak: Bos Mitsubishi Pastikan Xpander Berbagi Flatform dengan

Kebetulan, Masuko pun cukup mengenal karakter pasar Indonesia lantaran dia pernah menjadi perwakilan manajemen Mitsubishi di PT Kramayudha Tiga Berlian pada 1997. Berikut ini petikan wawancara Wawan Priyanto dari Tempo dengan Masuko di ajang GIIAS 2017, Kamis pekan lalu.

Bagaimana Mitsubishi Motors Corp melihat potensi pasar otomotif di Indonesia?Kami melihat dengan pandangan yang sangat optimistis. Dari berbagai studi yang kami lakukan, ternyata MPV akan menjadi produk utama kami, selain kendaraan niaga di Indonesia. Segmen MPV tumbuh sangat besar dan akan menjadi tulang punggung penjualan kami.

Bagaimana penjualan Mitsubishi di Indonesia, apakah cukup menggembirakan?Penjualan Mitsubishi di Indonesia sangat baik. Anda tahu, pada 2016 penjualan mencapai 70 ribu unit dan tahun ini target dinaikkan menjadi 96 ribu unit. Artinya, ada potensi kenaikan yang cukup signifikan tahun ini, sekitar 30 ribu unit. Ini tentu sangat baik kontribusinya bagi penjualan Mitsubishi Motor Corp secara global.

Mitsubishi Xpander. TEMPO/Ryan MaulanaApakah kenaikan target itu berkaitan dengan peluncuran MPV Mitsubishi Xpander?Seperti saya katakan sebelumnya, MPV kini menjadi produk utama kami di Indonesia. Apalagi MPV Mitsubishi Xpander sudah diproduksi di pabrik Mitsubishi Karawang. Tentu akan memiliki keunggulan dari sisi harga maupun pasokannya. Saya kira hadirnya MPV baru ini akan mendongkrak penjualan Mitsubishi di Indonesia.

Berapa target produksi Mitsubishi Xpander per tahun?Kami menargetkan produksi sebesar 80 ribu unit per tahun. Tapi angka itu bisa bertambah seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen.

Apakah Mitsubishi Xpander akan diekspor?Pasti. Indonesia akan menjadi basis produksi Xpander untuk kawasan regional (ASEAN). Dari total produksi 80 ribu, sebanyak 20 persen untuk ekspor dan 60 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ke negara mana saja Xpander akan diekspor?Negara-negara ASEAN, seperti Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Jumlah negara tujuan ekspor akan terus bertambah. Kami juga akan melakukan studi untuk tujuan ekspor ke negara-negara lain.

Kapan ekspor perdana akan dilakukan?Menurut rencana, awal Februari 2018 mulai ekspor. Saat ini produksi masih fokus untuk kebutuhan dalam negeri.

Setelah Mitsubishi Motor Corp beraliansi dengan Nissan, seperti apa rencana Anda dengan manajemen Nissan untuk pasar Indonesia dan Asia Tenggara?Mitsubishi Xpander akan menjadi produk aliansi pertama antara Mitsubishi dan Nissan secara global. Tapi kapan waktu dan volume produksi untuk produk bersama ini, sangat bergantung pada keputusan Nissan.

#Otomotif
#Mitsubishi

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi