Carlos Ghosn Mundur dari Nissan
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Jumat, 22 Juni 2012 11:49 WIB
Pimpinan eksekutif Nissan Motor Carlos Ghosn berpose dengan mobil konsep Land Glider, dalam Tokyo Motor Show di Chiba, sebelah timur Tokyo, Jepang (21/10). (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

TEMPO.CO, Tokyo - Kabar mengejutkan menerpa Nissan Motor Co. Setelah berhasil menyelamatkan pabrikan mobil asal Jepang ini dari kebangkrutan, dalam waktu dekat, Chief Executive Officer Nissan Carlos Ghosn bakal mundur dari jabatannya.

Autonews mengabarkan Ghosn berencana meninggalkan Nissan akhir tahun ini, atau sebelum periode rencana bisnis jangka menengah 2012-2017 berjalan. Juru bicara Nissan, Koji Okuda, mengatakan Ghosn telah menyampaikan komitmen tersebut kepada jajaran direksi dan komisaris pekan ini.

"Ghosn mengatakan tahun ini ialah periode rencana bisnis terakhir yang bakal saya jalankan," kata dia, Kamis, 21 Juni 2012 waktu setempat.

Okuda mengatakan pengganti Ghosn akan menyandang beban cukup berat lantaran mesti melanjutkan terobosan Ghosn yang spektakuler. Ghosn, 58 tahun, telah menyelamatkan Nissan dari ancaman kebangkrutan pada 2008 dengan inovasi produk dan strategi bisnis yang mumpuni. "Penggantinya harus melanjutkan jejak ini," ujarnya.

Ghosn yang lahir di Parto Velho, Brasil, pada 9 Maret 1954 bergabung dengan Nissan pada 1999 sebagai Direktur Operasi atau Chief Operating Officer. Ia masuk Nissan saat perusahaan itu dibeli oleh Renault Prancis. Sebelumnya Ghosn menjabat sebagai Executive Vice President di Renault.

Semasa menjadi petinggi Renault, Ghosn berhasil menghemat biaya operasional perusahaan hingga tiga miliar euro dalam tiga tahun. Karena itu, ia dijuluki "si Pemusnah Biaya" atau "Le Cost Killer". Terobosan serupa ia lakukan di Nissan melalui pemangkasan 21 ribu karyawan dan menutup tiga pabrik di Jepang.

Langkah itu bisa menyelamatkan perusahaan dan Ghosn berhasil membalikkan neraca keuangan dari rugi 684 miliar yen menjadi untung 331 miliar yen dalam setahun (1 yen setara Rp 119). Hingga 2006, Nissan berhasil mencetak laba 518 miliar yen sehingga nilai pasar perusahaan naik menjadi 5,73 triliun yen atau US$ 72 miliar.

Namun tak semua langkah Ghosn menuai pujian. Pada 2011, ia dihujat publik setelah menendang tiga eksekutifnya dengan tuduhan melakukan tindakan mata-mata. Setelah sempat diperiksa polisi, Ghosn pun meminta maaf pada publik.

FERY FIRMANSYAH

#Produksi Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi