Pabrikan Mobil Recall Produk Besar-besaran  
Reporter: Tempo.co
Editor: Fery Firmansyah
Jumat, 11 April 2014 11:52 WIB
Dealer Toyota di selatan pinggiran Denver Littleton, Colo. Toyota akan segera menarik 2,3 juta kendaraan di Amerika Serikat untuk memperbaiki pedal akselerator. Masalah kualitas ini membingungkan pembuat mobil Jepang. AP Photo/David Zalubowski, File

TEMPO.CO, Detroit - Beberapa produsen mobil terbesar di dunia melakukan penarikan produk (recall) secara besar-besaran setelah beberapa negara memberlakukan standar kualitas yang ketat. Amerika Serikat dan Cina kini meminta pabrikan berhenti menawarkan mobil dengan potensi kerusakan yang bisa membahayakan konsumen. (Baca: Toyota Tarik 1,9 Juta Unit Prius di Seluruh Dunia )

Beberapa produsen yang melakukan recall yakni Toyota Motor Corp, BMW AG, Fiat Chrysler Automobiles, Ford Motor Co, General Motors Co, dan Volkswagen AG. Kantor berita Reuters mengabarkan Toyota mengumumkan penarikan 6,58 juta mobil di seluruh dunia pada Rabu, 9 April 2014. Mobil yang di-recall yakni Toyota Yaris, Corolla, Matrix, Urban Cruiser, RAV4, dan Hilux. (Baca juga : Baru Tiga Bulan, GM Recall 4,8 Juta Mobil )

Dalam sebuah salinan dokumen, Toyota menyebutkan recall kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Pihak Toyota, menurut sumber Reuters, menemukan adanya cacat produksi pada rumah kemudi, selubung pengaman kabel kelistrikan, dan rangka jok penumpang pada 1.058 mobil yang telah beredar. (Baca : Rem Masalah, Chrysler Tarik 25.250 Jeep dan Dodge )

Sebelumnya, pada Maret 2014, Toyota sepakat membayar denda US$ 1,2 miliar kepada Departemen Kehakiman Amerika. Denda ini dibayarkan sebagai sanksi atas tuduhan telah menyesatkan konsumen dan tidak melaporkan cacat pada produk yang berkaitan dengan beberapa kasus kecelakaan fatal. (Baca : General Motors Tarik 1,5 Juta Mobil di Cina )

Sedangkan BMW, Fiat Chrysler, Ford, GM, dan VW dilaporkan telah menarik hampir 15 juta mobil sejak awal tahun. Volkswagen, GM, dan SAIC Motor Co bahkan telah merespons keluhan konsumen dengan perbaikan gratis, setelah ditegur pemerintah Cina.

Kepada Wall Street Journal, pengacara Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional Amerika (National Highway Traffic Safety Administration/ NHTSA), Allan J. Kam, mengatakan produsen mobil tidak lagi mudah bernegosiasi dengan pemerintah. Ancaman pidana dan denda menghantui para pelaku industri. "Denda ini membuka mata para produsen sehingga mereka berpikir, hanya karena Tuhan saya selamat dari denda,” katanya.

FERY FIRMANSYAH

Berita TerpopulerJokowi Bicara Efek Jokowi yang Tak Dongkrak PDIPDemokrat Yakin SBY Jadi King Maker KoalisiRuhut: Demokrat Boleh Kalah, Jet RI 1 Tetap Biru

 

#Produksi Mobil
#Toyota Astra Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi