Bus Listrik LIPI Seharga Rp 1,5 Miliar
Reporter: Tempo.co
Editor: Tempo.co
Selasa, 26 Juni 2012 22:04 WIB
Mobil Listrik Nasional dalam acara Peluncuran Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, di gedung BPPT, Jakarta, (26/06). Mobil Listrik Nasional ini mampu membawa 15 orang penumpang dengan kecepatan maksimum 100 km/jam dan berjalan sejauh 150 KM dengan sekali pengisian 500 Ampere. Tempo/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Harga bus listrik yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ternyata bisa mencapai tiga kali lipat diatas mobil biasa. Menurut Ketua Tim Peneliti LIPI Abdul Hafid, harga satu bus berkapasitas 15 penumpang ini mencapai Rp 1,5 miliar.

"Harga itu pun mengabaikan investasi yang dikucurkan pada penelitian sebelumnya," kata dia dalam acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17, Selasa 26 Juni 2012.

Bus listrik buatan LIPI memiliki wujud mirip mikro bus Isuzu Elf atau Mitsubishi Colt Diesel. Perlu baterai lithium 100 cell untuk menghasilkan daya listrik 320 volt DC agar kendaraan ini bisa bergerak 90 kilometer per jam. Menurut Hafid, daya ini lebih besar ketimbang versi purwarupa tahun 2011 yang memakan listrik 140 Volt DC. Mobil listrik ini menggunakan baterali lithium 100 cell.

"Sekarang jarak tempuhnya maksimal 150 kilometer," katanya.

Karena itu, biaya baterai mengambil proporsi 40 persen dari ongkos produksi. Sumber energi lithium ini memiliki kapasitas penuh 53 kilowatt hour. Untuk mengisi dayanya diperlukan waktu 30 menit hingga 5 jam.

Namun Hafid optimistis mobil ini mampu menarik peminat terutama pengusaha transportasi lantaran bisa menekan biaya operasional 50 persen dibanding mobil biasa. Ia juga menjanjikan biaya perawatan bisa ditekan 70 persen. "Kami menghilangkan beberapa bagian, seperti filter dan tidak pakai oli mesin," katanya.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menargetkan produksi mobil listrik dalam jumlah terbatas dilakukan pada awal 2013 dan produksi mobil secara massal baru dilakukan pada 2014. "Akan lebih dulu untuk jenis sedan, sedangkan bus akan terus dikembangkan. Nanti akan dipakai dulu oleh instansi pemerintah." ujarnya.

Kementerian juga akan terus mengkaji teknologi baterai mobil agar kemampuannya meningkat. "Kami juga sudah memiliki teknologi untuk mengatur supaya, jika mobil mengisi tenaga secara serentak, listrik tidak padam," kata Gusti.

BERNADETTE CHRISTINA

#Produksi Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi