Efek Kelud, Penjualan Motor Februari Bisa Anjlok
Reporter: Tempo.co
Editor: Abdul Malik
Senin, 17 Februari 2014 05:26 WIB
Komisaris PT Indomobil Sukses International tbk, Gunadi Sindhuwinata. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO , Jakarta -  Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi letusan Gunung Kelud dapat memicu penurunan penjualan motor di bulan Februari. Sebagai perbandingan, penjualan motor di Januari turun 12 persen karena bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah.

"Erupsi tersebut pasti akan memberikan pengaruh. Asal jangan terlalu lama proses gunung meletusnya karena bisa sangat mengganggu perekonomian," kata Sekretaris Jenderal AISI, Sigit Kumala, pada Tempo di Jakarta, Ahad, 16 Februari 2014. (Baca juga : Waspada, Abu Letusan Kelud Merusak Mesin Mobil)

Sigit mengatakan penjualan motor di Januari 2014 sudah turun 12 persen karena faktor bencana. "Jadi erupsi Gunung Kelud bisa menjadi pemicu. Tapi potensi penurunannya masih kita data," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Gunadi Sinduwinata, mengatakan dampak erupsi Gunung Kelud akan signifikan karena Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah dan Yogyakarta merupakan pasar yang signifikan bagi penjualan sepeda motor. Menurut dia, Jawa Tengah memegang 14 persen pasar sementara Jawa Timur 12 persen. (Lihat juga : CB 150 R Dorong Pasar Motor Sport Honda)

"Ini kekhawatiran kami juga karena daerah ini sangat penting untuk pasar sepeda motor. Bahkan Sumatera Utara juga sangat penting karena pasar tak lagi terdistribusi di Jabodetabek. Dan semua daerah ini kena bencana," katanya.

Menurut dia, bencana ini akan menurunkan daya beli masyarakat karena mereka akan memilih membeli kebutuhan yang menjadi prioritas. Gunadi memprediksi pasar motor akan kembali normal dalam waktu 2-3 bulan mendatang. Untuk target penjualan tahun ini, ia memprediksi target akan stagnan dibandingkan tahun lalu yaitu 7,7 juta unit.

Berdasarkan data AISI, penjualan motor nasional pada Januari turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu dari 649.983 menjadi 580.288 unit. Penurunan dipicu oleh faktor bencana yaitu banjir dan longsor. (Berita lain : Fitur Beri Nilai Lebih Bagi Honda Mobilio)

Honda menjadi kontributor utama penjualan dengan 367.069 unit. Yamaha berada di peringkat kedua dengan penjualan 174.002 unit. Suzuki menempati peringkat ketiga dengan penjualan 30.012 unit. Kawasaki mencatatkan penjualan 8.190 unit sementara TVS menjual 1.015 unit.

ANANDA TERESIA

Terpopuler :Mercedes-Benz GL 350 CDI Siap Tembus Pasar LokalPorsche Optimistis Catat Penjualan 200 Ribu Unit  Fitur Beri Nilai Lebih Bagi Honda MobilioTahun ini Persaingan Pasar Otomotif Makin SengitPorsi Ekspor LCGC Ditambah hingga 30 Persen

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi