Penjualan Mobil Nissan Meroket 50 Persen  
Reporter: Tempo.co
Editor: Burhan Sholihin Koran - Red. Ut
Kamis, 9 April 2015 13:23 WIB
Nissan X-Trail Urban Selection, Navara Sport Selection, dan Nissan New Teana yang diluncurkan PT Nissan Motor Indonesia di Jakarta, Selasa, 3 April 2012. (Raju Febrian/TEMPO)

BISNIS.COM, Jakarta - Penjualan mobil PT Nissan Motor Indonesia secara wholesales pada Maret 2015 mencapai 5.061 unit atau naik hampir 50% dari bulan sebelumnya yang hanya 3.375 unit.

Dengan hasil tersebut pabrikan asal Jepang itu menunjukan grafik menanjak selama kuartal I/2015. Sebagai catatan, pada Januari Nissan membukukan penjualan sebanyak 1.802 unit.

Menurut General Manager Marketing Strategy and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia Budi Nur Mukmin, wholesales pada Maret yang meningkat karena pihaknya ingin memaksimalkan distribusi di akhir tahun fiskal 2014. Di samping itu, dia berharap pasar akan kembali pulih setelah didera pelambatan ekonomi.

“Karena ada harapan pasar membaik dan kami ingin memaksimalkan hal tersebut. Selain itu kami ingin meningkatkan penjualan di akhir fiscal year 2014,” katanya kepada Bisnis, Kamis (9/4).

Dari hasil tersebut jumlah penjualan sepanjang kuartal I/2015 yang dibukukan Nissan mencapai 10.238 unit. Jumlah itu menurun sekitar 18% dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 12.460 unit.

Di sisi lain, penjualan Nissan secara berbanding terbalik dengan capaian wholesales. Pada Maret jumlahnya hanya 2.648 unit. Jumlah tersebut menurun dari capaian pada Februari sebanyak 3.007 unit.

Sedangkan penjualan ritel pada Januari yang dibukukan Nissan mencapai 1.985 unit. Dari hasil tersebut penjualan Nissan di tataran ritel pada kuartal I/2015 mencapai 7.640 unit.

Capaian penjualan Nissan di tataran ritel tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan hasil pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12.697 unit. Budi mengakui serapan pasar masih minim karena masalah pelambatan ekonomi.

“Rupiah terdepresiasi, inflasi tinggi dan bahan bakar kembali naik sehingga daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Jika membandingkan wholesales dengan retailsales pada kuartal I/2015, ada selisih sekitar  2.598 unit. Melihat hal tersebut Budi tak khawatir karena stok tersebut dinilainya masih normal. Selain itu, lanjut dia, stok diperlukan dalam mengantisipasi saat permintaan naik.

“Saya percaya kondisi di awal tahun ini tidak mudah dengan keadaan ekonomi yang masih jelek. Tetapi harapan pasar kembali naik itu selalu ada sehingga jika pasar kembali bergairah diler kami sudah siap,” ucapnya.

Untuk memperkirakan pasar ke depan akan kembali bergairah menurutnya harus dilihat hasil penjualan pada April. Jika secara wholesales April kembali meningkat, itu dapat diartikan diler membaca munculnya kembali optimisme pasar.

Dia menambahkan, kontribusi penjualan terbanyak bagi Nissan masih disumbangkan Grand Livina, X Trail, dan March. Akan tetapi dia tidak menyebut persentase kontribusinya.

Tahun ini Grand Livina ditargetkana terjual 1.500 unit per bulan, X Trail 1.000 unit per bulan dan March 500-600 unit sebulan. Untuk menggenjot penjualan ke depan, Nissan akan menambah 10 diler setelah sebelumnya memiliki 115 diler.

Dia menambahkan, NMI pun akan melakukan aktifitas pemasaran yang lebih mendekatkan diri kepada pada pelanggan yang menjadi fokus target pasar. Dia mencontohkan, Juke akan dipasarkan dengan image konsumen yang menyukai musik sedangkan March menonjolkan konsumen perempuan.

Lingga Sukatma Wiangga (Bisnis.com)

#Industri Otomotif
#Nissan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi