Kawasaki D-Tracker Diklaim Cocok Untuk City Road  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 3 Agustus 2015 20:58 WIB
Seorang model berpose di atas motor terbaru Kawasaki, ZX10R-Ninja saat dipamerkan dalam pameran motor, Intermot 2014 di Cologne, Jerman, 30 September 2014. (Marc Pfitzenreuter/Getty Images)

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) meluncurkan D-Tracker sebagai pengganti produk sebelumnya D-Tracker 150 dengan berbagai perubahan. "Kami hadirkan model terbaru. Kami ingin membuat segmen baru dan kami sangat optimistis bisa mengubah pasar," kata General Manager Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Yusuke Shimada, di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2015.

Kawasaki D-Tracker tampil beda dari generasi sebelumnya. Hadir dengan mesin 144 cc single silinder (dengan maksimum power 8.6 kW (12PS)/8.000 rpm dan maksimum torsi 11.3 Nm/6.500 rpm.), D-Tracker tampil sebagai motor semi off road yang juga cocok sebagai motor city road.

"Yang baru mengalami penyempurnaan di body sekitar tangki. Kalau yang dulu off road banget, sekarang lebih smooth kaya on road," jelas Head of Marketing & Sales Division PT Kawasaki Motor Indonesia, Michael Chandra Tanadhi.

Sales and Promotion Department Marketing Division KMI, Bobby Bharata menjelaskan ada beberapa perbedaan dengan motor Tracker 150 sebelumnya.

Dalam desain konsep, lanjutnya, ring ban D-Tracker diganti menjadi ring 17 inch. "Tracker 150 masih 14 inch di rodanya,namun kami lihat konsumen yang membeli Tracker 150 sering mengganti bannya menjadi ring 17 inch. Maka sekarang tidak perlu diubah lagi," tutur Bobby.

Meskipun begitu, lanjut Bobby, ban dari kawasaki D-Tracker justru lebih ringan bila dibandingkan dengan versi lama karena Kawasaki mengganti bahan untuk ring ban dari stainless steel menjadi aluminium.

"Berat ban depan menjadi 2,3 kg dari sebelumnya dari 2,4 kg dan berat ban belakang menjadi 2,3 kg dari berat sebelumnya 2,8 kg. Jadi kami menawarkan handling yang lebih baik," ungkap Bobby.

Ia menambahkan, perubahan lainnya ada pada frame yang lebih besar agar terlihat lebih profesional. Begitu juga pada headlamp, fuel gauge, radiator shroud, dan tail light. "Pengereman juga disesuaikan dengan ukuran ban. Sedangkan handlebar lebih tinggi 13 mm, dilebarkan 32 mm sehingga pengguna lebih nyaman," jelas Bobby. "Power juga lebih baik dan lebih responsif," tambahnya.

KMI menghadirkan D-Tracker dalam dua versi, yakni versi standar dan special edition yang tersedia mulai akhir Agustus mendatang. D-Tracker standar hadir dengan pilihan warna candy burnt orange dan candy lime green dengan harga Rp 28,9 juta. Sedangkan Kawasaki D-Tracker Special Edition hadir dengan pilihan warna shiny yellow dan lime green dengan harga Rp 29,9 juta.

ANTARA

#Industri Otomotif
#Kawasaki

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi