Obsesi Grup Nissan: Kami Ingin Kuasai 6% Pangsa Pasar  
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Selasa, 8 September 2015 22:01 WIB
Nissan Lania. Nissan-northamerica.com

TEMPO.CO, Jakarta - Menejemen PT Nissan Motor Indonesia ingin menguasai pangsa pasar mobil di Indonesia hingga 6% tahun ini melalui tiga brand yang bernaung di bawah perusahaan tersebut yaitu Nissan, Datsun dan Infiniti.

Jumlah tersebut naik dari capaian tahun lalu yang hanya sekitar 4,5% dengan total pasar mobil di Tanah Air yang sebanyak 1,208 juta unit. Pada 2014, PT Nisssan Motor Indonesia (NMI) berhasil membukukan penjualan sebanyak 54.317 unit.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, jumlah tersebut diperoleh dari penjualan Nissan sebanyak 33.789 unit, Datsun mencapai 20.520 unit dan Infiniti hanya 8 unit.

Menurut General Manager Marketing Strategy and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, pihaknya optimistis mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar tersebut. Dia pun mengartikan, dengan target itu penjualan pihaknya tidak akan turun sebesar anjloknya total pasar mobil nasional pada 2015.

“Tahun lalu pangsa pasar kami hampir 5% dari tiga brand. Tahun ini target kami 6%, artinya pasar menurun tapi kami tak sepenuhnya turun seperti total pasar,” katanya, Senin (7 September 2015).

Merujuk data terakhir Gaikindo, pada periode Januari-Juli 2015 penjualan PT NMI dari ketiga merek tersebut mencapai 32.875 unit. Jumlah tersebut diperoleh dari Nissan sebanyak 17.007 unit dan Datsun mencapai 15.868 unit. Sedangkan Infiniti tidak mencatatkan penjualan.

Pada periode yang sama total penjualan mobil secara nasional sebanyak 581.107 unit. Sehingga pada kurun waktu tersebut pangsa pasar yang dikuasai PT NMI sebesar 5,66%.

Menurut Budi, pihaknya optimistis meraih penguasaan pangsa pasar tersebut. Hal itu tak terlepas dari usaha pihaknya melakukan pembaruan di beberapa produk di awal tahun ini seperti Navara terbaru di segmen kabin ganda. Selain itu, varian All New X Trail dirasa sudah lengkap karena pada akhir Agustus lalu pihaknya meluncurkan X Trail Ultimate sebagai varian tertinggi dan tipe hybrid.

Dia mengatakan, untuk kontribusi penjualan Nissan sebanyak 70% masih akan disumbangkan tiga tulang punggung utama yaitu Grand Livina, X Trail dan March.

Di sisi lain Nissan pun gencar melakukan perluasan jaringan. Rencannya tahun ini penjualan Nissan akan ditopang dengan 135 diler. Jumlah tersebut bertambah cukup signifikan dari tahun lalu yang hanya disokong 115 diler.

Adapun Datsun, Budi masih optimistis penjualan Datsun akan terkatrol karena di segmen low cost green car (LCGC), merek tersebut menjadi pemain tunggal di kelas tujuh penumpang. Datsun pun akan disokong 127 diler di tahun fiskal 2015, bertambah cukup signifikan dari tahun fiskal 2014 yang hanya 104 diler.

Budi pun berharap penjualan Datsun akan terkatrol saat pelambatan ekonomi. Menurutnya, akan ada perpindahan konsumen ke LCGC karena harganya lebih murah dari segmen lain.

“Terlebih kami punya dua varian di kelas lima penumpang dan tujuh penumpang,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pasar terbesar Nissan sekitar 70% ada di pulau Jawa. Sedangkan 20%-nya disumbangkan kawasan Sumatera. Dan sisanya tersebar di seluruh Indonesia. Namun untuk Datsun, tambah dia, pasar terbesar ada di kota-kota seperti Makassar dan Medan.

“Karena untuk Datsun pemetaan pasarnya berbeda,” lanjutnya.  

BISNIS

#Industri Otomotif
#Nissan

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi