Bos FIM: Insiden Rossi Vs Marquez Racuni MotoGP
Reporter: Tempo.co
Editor: Yocta Nurrahman
Jumat, 30 Oktober 2015 11:25 WIB
Pembalap MotoGP Valentino Rossi (kiri), dan Marc Marquez. AP/Shizuo Kambayashi

TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Presiden Federasi Balap Motor Internasional (International Motorcycling Federation/FIM) Vito Ippolito, pertengkaran antara juara MotoGP Valentino Rossi dan Marc Marquez telah menodai olahraga tersebut.

Rossi, pembalap asal Italia, telah menendang pemenang MotoGP tahun lalu, Marquez, di Grand Prix Malaysia , Minggu, 25 Oktober 2015.

"Peristiwa yang baru-baru ini mencuat dalam perebutan gelar juara dunia 2015 punya efek merusak dalam gelaran kompetisi tersebut, dan meracuni atmosfer seputar olahraga ini," kata Ippolito dalam pernyataan di situs FIM, Kamis, waktu setempat.

Ia mengatakan tindakan itu melenceng dari tradisi kebanggaan menjunjung sportivitas sebagai bagian dari warisan sepeda balap motor.

Rossi menduduki peringkat ketiga dalam balapan Minggu yang dimenangi Dani Pedrosa, tapi Rossi mendapat penalti tiga poin. 

Dia akan mengikuti Grand Prix terakhir musim ini di Valencia, Spanyol, pada 8 November.

Rossi mengatakan Marquez sengaja mencoba menghalangi dia di Grand Prix Australia untuk membantu Lorenzo.

"Setiap orang punya hak untuk mengekspresikan idenya. Tapi kata-kata dan tindakan selalu memiliki konsekuensi. Setiap individu harus bertanggung jawab atas konsekuensi itu," kata Ippolito.

"Tidak perduli mereka benar atau salah, jika mereka memicu polemik tentang kejadian atau keputusan dengan cara yang salah, mereka telah melakukan hal yang tidak pantas pada olahraga ini, yang merugikan seluruh komunitas dan semua hal baik untuk semua orang di dalamnya."

Ippolito berharap ada akhir yang baik pada perebutan juara dunia tersebut.

"Saya berharap di putaran berikutnya dan final di Valencia, para pembalap bertanding di jalurnya dengan cara yang sepenuhnya menjunjung tinggi sportivitas," kata dia seperti dilansir kantor berita Reuters.

ANTARA

#MotoGP
#Honda
#Valentino Rossi

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi