Ekspor Sepeda Motor Segmen Sport Salip Skuter
Reporter: Tempo.co
Editor: Burhan Sholihin Koran - Red. Ut
Jumat, 21 Oktober 2016 17:56 WIB
Bagian depan dari Kawasaki H2 yang dipamerkan dalam acara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2016 di Kemayoran, Jakarta, 11 April 2016. Kawasaki Ninja H2 merupakan superbike terbaru Ninja yang memiliki performa tinggi. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Sepeda motor segmen sport kembali menguasai pasar ekspor sepanjang bulan lalu, mengakhiri dominasi skuter dalam beberapa bulan terakhir.

Dari data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor motor sport mencapai 8.542 unit sepanjang September, sedangkan pengapalan motor skuter danunderbone masing-masing sebanyak 7.102 unit dan 7.717 unit.

Selama ini, kendaraan segmen skuter matik produksi Tanah Air selalu mendominasi pasar global. Sepanjang Januari hingga September tahun ini, skuter tercatat menguasai pasar sebanyak tujuh kali (lihat tabel).

Ekspor Sepeda Motor

Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Mohammad Masykur mengatakan, adanya pergeseran pola konsumsi kendaraan masyarakat luar negeri, terutama di kawasan Eropa cukup membantu kenaikan ekspor sepeda motor sport.

“Dulu mereka menggunakan motor gede, sekarang tren itu sudah berubah dan mereka mulai beralih ke kapasitas mesin atau cc yang lebih kecil, terutama sport,” katanya kepada Bisnis, Rabu (19/10).

Dia menambahkan, saat ini sepeda motor dengan kapasitas mesin 300 cc ke bawah mulai diminati oleh konsumen di luar negeri. Ini yang menjadi faktor kinerja ekspor sepeda motor terus mengalami peningkatan.

“Terutama untuk negara maju, mereka mengincar 150 cc sampai 300 cc. Kalau untuk negara berkembang, mesin 125 cc masih bisa masuk,” imbuhnya.

Dari data AISI, kapasitas mesin yang berhasil menjajah pasar global berkisar antara 110 cc hingga 250 cc. Namun saat ini, Yamaha telah menyiapkan produk di segmen skuter berkapasitas mesin 300 cc untuk pasar global yang akan diluncurkan tahun depan di Eropa.

Pada September lalu, total ekspor roda dua mencapai 23.634 unit, naik dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya yang mencapai 22.751 unit. Namun, kinerja bulan lalu itu tertinggal dibandingkan dengan capaian pada September 2015 yang sebanyak 29.125 unit.

Selama periode Januari—September tahun ini, Yamaha menguasai pangsa ekspor sebesar 59,77%, kemudian disusul PT Astra Honda Motor sebesar 20,14%, PT Suzuki Indomobil Sales mengalami kenaikan 9,92%, PT TVS Motor Company Indonesia sebesar 7,47%, dan PT Kawasaki Motor Indonesia 2,7%. 

MENGUNTUNGKAN INDUSTRI

Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata mengakui, tren pergeseran pola konsumsi ini menguntungkan industri roda dua di Indonesia yang masih menjadi basis produksi motor 300 cc ke bawah. Tak hanya segmen sport, katanya, skuter matik juga sangat diminati di pasar global.

Menurutnya, perubahan ini terjadi sejak tahun lalu di mana kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih kecil bisa masuk di negara maju. “Sebelumnya sepeda motor dengan cc kecil hanya masuk ke pasar negara berkembang,” ujarnya.

Gunadi menyebutkan, negara maju yang menyerap produk rakitan Indonesia antara lain Jerman, Belanda, Inggris, Belgia, negara-negara di kawasan Eropa Timur, serta sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

BISNIS

#Sepeda Motor

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi