2017, Hyundai Motor Group Prediksi Penjualan Naik 5 Persen  
Reporter: Tempo.co
Editor: Choirul Aminuddin
Senin, 2 Januari 2017 17:53 WIB
Seorang SPG berdiri disamping mobil Hyundai Tucson di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di BSD City, Tangerang, 12 Agustus 2016. TEMPO/Albert Agung Bagus

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Hyundai Motor Group Chung Mong-koo memperkirakan penjualan global pada 2017 meningkat sekitar lima persen. Target tersebut disusun setelah Hyundai Motor dan afiliasi Kia Motor membukukan kinerja tahunan.

Optimisme produsen mobil asal Korea Selatan itu didasari pada prediksi penjualan produk akan stabil di negara berkembang seperti Rusia. Hyundai dan Kia Motor juga bakal bersiap meningkatkan pasokan ke Amerika Serikat dan Cina.

Menurut Chung Mong-koo, tambahan keuntungan bisa datang di bawah tekanan sebagai perusahaan dari Korea Selatan yang bersama-sama peringkat kelima dalam penjualan global. Pihaknya juga akan berencana untuk menambah kapasitas di Cina dan Meksiko.

"Dengan ekonomi global terus pertumbuhannya rendah, proteksionisme perdagangan menyebar dan persaingan yang ketat di industri otomotif, ketidakpastian tumbuh lebih dari sebelumnya," kata Mong-koo seperti dilansir Reuters, Senin, 2 Januari 2017.

Pimpinan yang sudah berusia 78 tahun tersebut mengatakan para pembuat mobil akan meluncurkan lebih dari 10 model baru setiap tahun. Termasuk SUV baru untuk pasar maju dan sedan Genesis G70 yang akan diluncurkan tahun ini.

Hyundai Motor sempat mengalami penurunan laba pada 2016. Penjualan tertekan pada produk jenis sedan, yang berarti melewatkan permintaan SUV. Selain itu karena kondisi pasar negara berkembang yang lamban.

Saat itu, Hyundai Motor menjual 4,86 juta kendaraan dibandingkan dengan target 5,01 juta pada tahun sebelumnya. Kia Motors menjual 3,02 juta kendaraan, padahal target sebelumnya sebanyak 3,12 juta.

Pada 2017, Hyundai Motor menargetkan penjualan global sebanyak 5.080.000 kendaraan, sedangkan afiliasi yang lebih kecil menetapkan tujuan di angka 3,17 juta kendaraan. Wakil Pimpinan Kia Motor Lee Hyong-keun memperingatkan persaingan ketat terjadi di tahun mendatang. "Rival diharapkan untuk memulai serangan besar-besaran berdasarkan daya saing biaya mereka," kata Hyong-keun.

Sementara itu, saham Hyundai Motor berakhir 2,7 persen pada Senin dan Kia Motors naik 0,6 persen di pasar saham Korea Selatan, KS11. Saham Hyundai Motor turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada 2016, yaitu turun 2 persen. Sementara saham Kia Motors merupakan saham berkinerja terburuk di antara para pembuat mobil utama dengan penurunan 25 persen.

REUTERS | DANANG FIRMANTO

#Industri Otomotif
#Hyundai

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi