MPV Lebih Disukai Masyarakat, Ini Sejarah Panjangnya
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Jumat, 24 Maret 2017 05:00 WIB
Pengunjung mengambil gambar Daihatsu Sigra yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, 12 Agustus 2016. Daihatsu Sigra memiliki kapasitas tujuh penumpang untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif nasional di segmen MPV. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Mobil penumpang serba guna atau multi purpose vehicle (MPV) memiliki sejarah yang cukup panjang sejak tahun 1970 hingga diterima masyarakat Indonesia sebagai alat transportasi andalan.

Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan jika ditarik benang sejarahnya, mobil MPV di Indonesia berasal dari mobil komersial atau mobil angkut barang.

"MPV menarik karena sejarahnya mau bikin mobil komersial kemudian dijadikan angkut penumpang, lalu berkembang hingga sekarang ini," kata Kukuh Kumara dalam diskusi 'Peluang dan Tantangan Model MPV di 2017' yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Indonesia di Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.

Jika di Eropa atau Amerika mobil penumpang yang populer adalah sedan atau pickup dengan sedikit penumpang, maka masyarakat Indonesia lebih menyukai mobil yang memuat banyak orang,

"Konsepnya menarik, muat banyak maka disukai masyarakat Indonesia. Makanya, mobil tujuh penumpang jadi kriteria laku di indonesia," lanjut Kukuh.

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus, menjelaskan sejarah di balik mobil MPV diterima konsumen di Indonesia.

Yannes mengatakan sejarah mobil penumpang di Indonesia bermula pada tahun 1970-an di mana hanya beberapa merek kendaraan yang terlihat di jalan raya antara lain Mitsubishi Colt T100 atau Colt Bagong, Toyota, mobil pickup, dan beberapa jenis sedan pabrikan Amerika Serikat.

Pada tahun 1970-an, menurut Yannes, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors mengeluarkan Colt dalam dua tipe, yaitu model pickup dan karoseri untuk penumpang. Setelah itu industri karoseri pun tumbuh dan berhasil menjual mobil penumpang dalam jumlah banyak.

Toyota juga memiliki Kijang yang melegenda mulai dari Kijang "Doyok", Kijang Super, Kijang Kapsul, hingga Kijang Innova.

Pada era itu, keamanan dan mutu kendaraan sudah menjadi perhatian konsumen mobil sehingga pihak Toyota dan Mistubishi tidak sembarang memilih karoseri guna menjaga mutu kendaraan.

ANTARA

#Industri Otomotif

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi