Test Drive All New Honda Brio: Tetap Lincah dan Semakin Lapang
Reporter: Gooto.com
Editor: Wawan Priyanto
Rabu, 31 Oktober 2018 09:42 WIB

GOOTO.COM, Nusa Dua - Dua unit All New Honda Brio berkejaran di pelataran parkir kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Rabu lalu. Berkelir oranye dan kuning yang mencolok, kedua mobil mungil itu adu cepat dan sesekali meliuk-liuk melintasi rintangan kerucut plastik yang dipasang secara acak. Asap dan debu jalanan yang berpasir pun beterbangan, diterjang roda-roda yang berputar dan berdecit kencang pada sore hari yang cukup panas itu.

Honda Brio generasi kedua yang beradu cepat itu ternyata dikemudikan dua pembalap nasional, Alvin Bahar dan Rio Saputro Boediharjo. Atraksi yang dilakukan Alvin dan Rio menjadi bagian dari acara All New Honda Brio Media Test Drive yang digelar oleh PT Honda Prospect Motor (HPM), 17-19 Oktober 2018. 

Baca: Alasan All New Honda Brio Tak Menggunakan Mesin Baru

Saat turun dari kabin pengemudi, Alvin pun mengomentari performa tunggangannya. “Kaki-kakinya berbeda dengan model sebelumnya. Lebih stabil saat melaju kencang di tikungan tajam," kata dia kepada Tempo. Alvin mengaku sempat khawatir jika All New Honda Brio sulit bermanuver ekstrem atau zig-zag lantaran lebih panjang dibanding model sebelumnya. "Tapi ternyata enak untuk cornering meski dengan kaki-kaki standar bawaan pabrik," ujarnya.

All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

Saat meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018, Agustus lalu, All New Honda Brio digadang-gadang sebagai model yang mampu membawa Honda merajai pangsa pasar kelas city car di Indonesia. HPM pun mematok target penjualan yang cukup tinggi, 4.000 unit per bulan, lantaran optimistis dengan prospek pasar mobil mungil ini.

Large Project Leader All New Honda Brio Honda R&D Asia-Pacific Co., Ltd., Tsutomu Harano, mengatakan salah satu keunggulan model Brio terbaru adalah pada sektor kaki-kaki. Tim riset Honda mengubah ramuan set dumperbushing shock, dan per atau spring dengan model baru yang lebih nyaman. "Konsep sebetulnya masih sama seperti model sebelumnya, tapi paket baru ini lebih nyaman untuk mengimbangi bodi bongsor All New Honda Brio," kata dia.

Baca: Kata Pembalap Alvin Bahar Usai Menjajal All New Honda Brio

Nilai plus pada All New Honda Brio yang membuatnya stabil saat menikung atau zigzag adalah stabilizer dengan diameter lebih besar. Komponen ini yang menjaga mobil tidak mudah limbung saat menikung dengan kecepatan tinggi, seperti yang dirasakan Alvin dan Rio. Selain itu, jarak sumbu roda All New Honda Brio diperpanjang 60 milimeter. “Agar ruang duduk bagian belakang lebih besar," kata Harano.

All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

Ubahan penting lainnya, menurut Hirano, adalah desain pintu belakang yang mengadopsi model tailgate. Desain pintu ini diklaim 15 persen lebih lebar dibanding model sebelumnya, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan bongkar-muat barang bawaan berukuran besar. Berbeda dengan bagasi model lama, All New Honda Brio mampu menampung perlengkapan seperti kereta bayi, koper, dan peralatan lain.

Namun perubahan pada eksterior ini belum diikuti upaya serupa di bagian interior. Honda belum mengubah konfigurasi jok belakang dengan model yang menyatu. All New Brio pun minim aksesori untuk kenyamanan seperti charging portguna mengisi daya perangkat telepon atau kabel USB selain di kabin depan. Padahal mobil ini menyasar konsumen muda yang gemar menggunakan smartphone.

Harano pun tak memungkiri bahwa Honda Brio dibangun dari basis low-cost green car yang mengedepankan unsur ekonomis. Walhasil, kata dia, pemasangan perangkat kenyamanan bisa mendongkrak harga jual hingga di atas segmen pasarnya. "Tapi kami akan menampung masukan dari konsumen," ujarnya.

All New Honda Brio world premiere di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

All New Honda Brio pun masih mempertahankan mesin lama, yakni i-VTEC 1,2 liter dengan tenaga 90 daya kuda pada 6.000 rotasi per menit (rpm) serta torsi 110 Newton meter per 4.800 rpm. Tapi mesti diakui bahwa performanya lebih unggul ketimbang pesaing seperti Nissan March dan Suzuki Ignis. Nissan March dengan mesin 3-silinder 1.2 liter memiliki maksimal 76 daya kuda dan torsi 104 Nm. Adapun Suzuki Ignis dengan mesin 4-silinder 1.2 liter memiliki tenaga 83 daya kuda dan torsi 113 Nm.

Chief Engineer Assistant Large Project Leader Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd., Yasuhiro Kumai, mengklaim sudah berupaya meningkatkan performa dan efisiensi bahan bakar pada mesin all New Honda Brio. “Meski basisnya sama, setiap tahun kami terus melakukan pengembangan dan menyempurnakannya.” 


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi