Penjualan Mobil Diprediksi 2 Juta Unit pada 2017
Reporter: Tempo.co
Editor: Rachma Tri Widuri Staf Redaksi
Rabu, 26 Februari 2014 07:17 WIB
TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Karawang - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengatakan target penjualan 2 juta unit mobil nasional akan terwujud pada 2017. "Angka 2 juta tidak sampai 2020," katanya, di Karawang, Selasa, 25 Februari 2014.

Menurut dia, salah satu hambatan realisasi penjualan adalah penetrasi pasar ekspor. "Penetrasi pasar internasional harus ada supaya sebagian mobil bisa diekspor," katanya. Pemerintah, kata Hidayat, tengah mengadakan pembicaraan teknis dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ihwal kemungkinan pemberian insentif baru untuk menggenjot ekspor.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar mengatakan peluang peningkatan konsumsi mobil di Indonesia masih sangat tinggi.  Sebab, penyerapan kendaraan bermotor baru 10 persen dari total populasi. "Bandingkan dengan pengguna motor yang 80 persen dari total populasi. Jadi ruang untuk pembelian mobil masih sangat banyak," katanya.

Mahendra memprediksi target penjualan 2 juta unit mobil akan tercapai dalam lima tahun mendatang. Yang harus dilakukan pemerintah saat ini, kata dia, adalah mengantisipasi lonjakan pembelian kendaraan jangka pendek, yakni dalam kurun 3-5 tahun mendatang, dan  jangka panjang, yaitu 7-10 tahun mendatang.

"Yang mesti dipikirkan, strategi pasca-penjualan melebihi 2 juta unit. Bagaimana kondisi infrastruktur dan sarana dalam 7-10 tahun mendatang? Ini harus dipikirkan." (Baca: Toyota Agya Terjual 500 Unit per Bulan di Yogya dan Jawa Tengah)

Presiden Komisaris PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan PT Toyota Astra Motor, Hiroyuki Fukui, mengatakan Toyota selalu siap memenuhi permintaan dalam negeri dan ekspor bagi Indonesia. Menurut dia, Toyota tidak memiliki strategi khusus untuk mencapai target penjualan 2 juta unit tersebut.

Penambahan produksi dilakukan, kata dia, jika permintaan memang meningkat. Terkait dengan ekspor, ia mengatakan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Selatan tetap menjadi tujuan ekspor utama Toyota Indonesia.

"Eropa dan Jepang persediaan mobilnya lebih rendah dari permintaan sehingga tidak mungkin ekspor. Sementara itu ekspor ke Amerika tidak mungkin karena selera mobilnya berbeda," katanya.

ANANDA TERESIA

TerpopulerAda Setoran di Balik Label Halal Daging AustraliaDemi Evan Dimas, Risma Batalkan Acara di JakartaLangkah Politik Wali Kota Risma Dinilai BlunderTwitter Ridwan Kamil Dibanjiri Protes Jam Malam

#Penjualan Mobil
#Kementerian Perindustrian

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi