Rupiah Anjlok, Industri Mobil Masih Enggan Naikkan Harga
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Senin, 31 Agustus 2015 18:48 WIB
Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Menurut The Richest, Rupiah masuk daftar lima besar mata uang yang dianggap paling tidak berharga, saat ini nilai tukar Rupiah terhadap Dollar sebesar Rp. 12.260/Dollar Amerika. Adek Berry/AFP/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp 14.027 per dolar AS belum membuat industri otomotif menaikkan harga. Demikian dikatakan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi. "Belum ada. Tapi kami lihat nanti di level berapa (akan dinaikkan)," katanya setelah bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015.

Sudirman mengatakan saat ini agen tunggal pemegang merek (ATPM) masih mendapat harga Rp 12.700 per dolar AS dari pemasok atau supplier untuk pembelian komponen yang masih impor. Menurut dia, harga tersebut akan disesuaikan tiga bulan sekali atau pada September dan Oktober 2015.

Menurut dia, pameran tahunan Gaikindo International Indonesia Autoshow (GIIAS) 2015 dikunjungi 451 ribu orang. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan acara serupa pada 2014 dengan 380 ribu pengunjung.

Total transaksi penjualan pada pergelaran otomotif tersebut mencapai 17 ribu unit mobil, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 19 ribu unit dengan nilai nyaris sama, yakni Rp 5,4 triliun.

Sudirman menyampaikan bahwa Gaikindo masih mematok target penjualan mobil nasional sebesar 950 ribu hingga 1 juta unit kendaraan hingga akhir 2015.

ANTARA

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi