Dorna Datang, Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017
Reporter: Tempo.co
Editor: Untung Widyanto koran
Rabu, 9 September 2015 10:29 WIB
Pembalap MotoGP tim Repsol Honda, Marc Marquez memacu motornya dalam acara meet and greet Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, 21 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Harapan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2017 tampaknya bakal terwujud. Untuk kali kedua, Dorna, promotor balapan MotoGP sejagad, bakal berkunjung ke Indonesia.

"Rencananya 21 Oktober mereka datang," kata Tinton Soeprapto, pengelola Sirkuit Sentul pada Rabu, 9 September 2015

Tinton mengatakan pihak promotor yang datang bukan orang biasa, tetapi kalangan pejabat teras. Bahkan Carmelo Ezpeleta, bos promotor dunia, kembali dijadwalkan berkunjung, "Kami berharap mereka bisa diterima di Kementerian Pemuda dan Olahraga," ucapnya.

Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah MotoGP kepada Dorna pada awal tahun ini. Gayung bersambut, CEO Dorna, Ezpeleta, datang ke Jakarta pada awal Mei lalu.

Dia meninjau kesiapan fasilitas kejuaraan tersebut yang rencananya bakal dipusatkan di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sentul sudah tak asing pada kejuaraan motor sejagad ini. Sirkuit yang dikelola PT Adamex Indra Utama itu menjadi tuan rumah pada 1996 dan 1997. Namun krisis moneter 1997 hingga fasilitas yang ketinggalan zaman membuat sirkuit ini tak dilirik dunia untuk menjalankan kejuaraan.

Menurut Tinton, kedatangan Ezpelate dan kawan-kawan menindaklanjuti surat yang dilayangkan pemerintah kepada Dorna beberapa waktu lalu. Surat itu berisi kesanggupan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP.

Selanjutnya Dorna, kata Tinton, akan membicarakan pembuatan kontrak baru untuk memastikan Indonesia sebagai tuan rumah. Oleh karena itu, Tinton berharap pemerintah sigap menghadapi kebijakan positif Dorna tersebut.

Mereka juga diharapkan segera menyiapkan kontrak fasilitas sirkuit lantaran harus melibatkan tiga pihak, yakni asosiasi sirkuit, pembalap, dan konstruksi, "Jangan aksi-aksian main kontrak tapi fasilitasnya tidak layak," katanya.

TRI SUHARMAN

#Balap Mobil
#Kotamadya Jakarta Pusat | DKI Jakarta

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi