Bloodhound Mengejar Rekor Mobil Tercepat
Reporter: Tempo.co
Editor: Burhan Sholihin Koran - Red. Ut
Kamis, 1 Oktober 2015 18:06 WIB
Bloodhound mobil tercepat di dunia bisa melaju hingga 1.227 kilometer per jam. (Graphic News)

TEMPO.CO, Jakarta - Tanpa lempengan serat karbon di sisi kiri, mobil supersonik Bloodhound yang ditampilkan pertama kali di Canary Wharf, London, pekan lalu, seperti "telanjang". Isi mobil super itu, seperti sasis, blok mesin, rangkaian kabel aneka warna, panel sensor eletronik, hingga pegas suspensi, terlihat. Bloodhound, mobil super yang dibangun oleh tim berisi ahli mobil balap Formula 1 dan penerbangan, ditargetkan menjadi kendaraan darat tercepat.

Bloodhound dirancang untuk membuat rekor baru dengan kecepatan 1.000 mil per jam (1.600 kilometer per jam). Rekor sebelumnya dicetak Andy Green pada 1997 saat mengemudikan mobil supersonik Thrust di Nevada, Amerika Serikat, dengan kecepatan maksimal 1.228 kilometer per jam. Green adalah orang pertama yang sukses mengemudikan mobil menembus batas kecepatan suara.

Green, seorang pilot pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Inggris, kembali dipercaya menjadi sopir Bloodhound. Target menembus kecepatan 1.600 kilometer per jam akan dilakukan pada 2017. Sebagai ajang pemanasan, Green akan menjajal Bloodhound mencapai kecepatan 1.287 kilometer per jam di lintasan danau kering Hakskeen Pan di Afrika Selatan Oktober tahun depan.

Istilah mobil mungkin kurang tepat untuk Bloodhound. Kendaraan itu lebih mirip roket yang didesain dengan kombinasi mesin mobil balap dan pesawat jet. Bloodhound dipasangi mesin jet Rolls- Royce EJ200, tipe yang sama dipakai oleh pesawat tempur Eurofighter Typhoon. Kendaraan sepanjang 14 meter itu juga punya mesin Jaguar V8 Supercharged dan roket Nammo yang biasanya dipakai Badan Antariksa Eropa.

Mesin hibrida itu mampu menghasilkan 135 ribu tenaga kuda. Tenaga sebesar itu mampu mendorong Bloodhound mencapai kecepatan 1.600 kilometer per jam dalam 55 detik. "Mobil sudah selesai dan lintasan tengah disiapkan," kata Direktur Proyek Bloodhound, Richard Noble.

Menurut Green, urusan mengebut kali ini cukup sulit. Masalah terbesar yang dihadapi Green saat mengemudikan Bloodhound adalah tidak ada lintasan yang rata sempurna. Jalan sepanjang 19 kilometer dengan lebar 500 meter yang disiapkan di danau kering di Afrika Selatan adalah satu yang mendekati sempurna. "Permukaannya cukup ideal tapi tak akan rata sempurna," kata Green dalam blognya di BBC, 14 September 2015. "Bumi ini besar dan mirip bola, jadi lintasan yang mungkin terlihat datar sebenarnya sedikit melengkung."

Dataran kering Hakskeen Pan sebenarnya bergelombang, pecah-pecah, dan banyak batu kecil. Untuk mobil biasa, kondisi seperti itu tak bakal menjadi masalah. Bagi Bloodhound, retakan dan batu kecil bisa membawa bencana. Ketinggian lintasan berbeda beberapa milimeter pun bisa menimbulkan masalah. Pada 2012, tim Bloodhound mengerahkan 300 orang untuk membersihkan kerikil di lintasan seluas 9.500 kilometer persegi.

Kendala besar lain adalah tekanan gravitasi bumi akibat akselerasi mendadak pada kecepatan tinggi. Tanpa persiapan fisik, perubahan tekanan dalam tempo cepat bisa membuat pengemudi pingsan.

Soal tekanan gravitasi, mantan pembalap Formula Satu, Mark Webber, pernah menyatakan tubuhnya seperti diimpit. "Dorongan tekanan itu bisa membuat dada, pinggul, dan leher seperti dijepit di kursi," kata dia. 

GUARDIAN | GIZMODO | TELEGRAPH

#Balap Mobil

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi