Kontribusi MPV Kian Tergerus di Tanah Air
Reporter: Tempo.co
Editor: Saroh mutaya
Rabu, 30 Desember 2015 23:00 WIB
Tesla memperkenalkan mobil Tesla Model X Electrik di Freemont, California, 29 September 2015. Perusahaan yang berbasis di Caifornia usai suskses membuat mobil Sport elektrik, memproduksi mobil SUV karena tingginya populasi konsumen yang menggunakan mobil keluarga tersebut. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Segmen MPV selalu mendominasi pasar mobil di Indonesia, akan tetapi beberapa tahun terakhir persentase kontribusinya terhadap total pasar terus tergerus. Pelaku usaha menilai, ada pergeseran pasar ke segmen SUV dan hatchback.

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada 2012 penjualan segmen multi purpose vehicle (MPV) mencapai 474.697 unit. Jumlah itu merupakan akumulasi dari penjualan low MPV, medium MPV, hingga upper MPV.

Dengan raihan itu, MPV berkontribusi hingga 42,5% terhadap total pasar yang sebanyak 1,11 juta unit. Pada tahun tersebut, penjualan segmen hatchback termasuk di dalamnya kelas city car mencapai 115.638 unit atau setara 10,4% dari total pasar.

Untuk segmen sport utility vehicle (SUV), pada 2012 jumlah penjualannya mencapai 130.808 unit. Jumlah tersebut, tergabung di dalamnya kelas low SUV, berkontribusi sekitar 11,7% terhadap total pasar.

Pada 2013 total penjualan MPV mencapai 514.601 unit, kontribusi penjualannya menurun menjadi 41,8% terhadap total pasar yang sebanyak 1,22 juta unit. Pada tahun yang sama kontribusi hatchback naik menjadi 14,2%. Di tahun tersebut penjualan hatchback sebanyak 174.481 unit, karena mendapat sokongan dari low cost green car (LCGC) yang baru dipasarkan.

Untuk SUV, pada 2013 jumlah penjualannya menapak 130.394 unit. Kontribusinya sedikit menurun yakni menjadi 10,6% terhadap total pasar. Pada tahun berikutnya, total penjualan MPV sebanyak 449.959 unit dari total pasar mencapai 1,20 juta unit. Pada tahun tersebut, kontribusi MPV kembali merosot menjadi 37,2%.

Adapun penjualan hatchback mencapai 237.379 unit atau berkontribusi 22,6% terhadap total pasar. Sedangkan segmen SUV penjualannya sebanyak 109.313 unit dengan persentase kontribusi penjualan 9,05%. Memasuki 2015, penjualan MPV pada periode Januari-November mencapai 300.737 unit.

Pada periode tersebut total pasar mencapai 940.616 unit, sehingga pangsa pasar MPV mencapai 31,9%. Pada kurun waktu yang sama penjualan hatchback mncapai 224.145 unit atau setara 23,8% dari total pasar. Adapun penjualan SUV mencapai 118.746 unit. Dengan raihan itu kontribusinya menjadi yang terbesar sejak 2012, yaitu mencapai 12,6% dari total pasar. 

Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, hal tersebut tak terlepas dari kebutuhan konsumen otomotif yang terus berkembang. Peluang itu dimanfaatkan pemegang merek untuk mengeluarkan ragam produk baru di berbagai segmen.

“Sehingga ke depan secara bertahap itu akan seimbang,” katanya, Selasa (29 Desember 2015).

Menurut dia, ke depan tren permintaan segmen SUV akan terus naik terlebih mendapat sokongan dari kelas low SUV yang harganya masuk dalam rentang mayoritas daya beli konsumen Tanah Air yaitu di bawah Rp300 juta. Karakteristik kendaraan tersebut pun dinilainya cocok dengan kondisi jalan di Indonesia.

Optimisme Jonfis terkait pasar SUV yang akan terus berkembang pun tak terlepas dari rencana pihaknya mengaspalkan BR-V pada 2016. Dia mengklaim dari hasil survey HPM banyak masyarakat meminati low SUV, namun belum ada produk dengan kapasitas seven seater sejati. BR-V diklaim merepresentasikan hal itu.

Adapun untuk segmen hatchback Jonfis optimistis akan mendapat sokongan kuat dari LCGC. Pasalnya, LCGC memiliki pasar yang sangat luas karena menyasar fisrt car buyer. Untuk itu, pihaknya gencar memasarkan LCGC di luar kota besar dengan pertumbuhan kelas menengah yang menjanjikan.

“Sepuluh tahun lalu MPV pasar utama tapi sekarang SUV dan hatchback terus berkembang. Tahun depan LCGC memang naik tapi tidak banyak, SUV dan LSUV yang akan bergerak cukup banyak,” ucapnya.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo menyebut, pergeseran pasar antar segmen secara jangka pendek memang terlihat kecil. Tapi secara jangka panjang, dua segmen yang paling berkembang adalah hatchback yang di dalamnya mencakup Agya, Etios, hingga Yaris, serta SUV yang direpresentasikan Fortuner dan Rush.

Alasannya, segmen hatchback akan menjadi teren mengingat ke depan konsumen akan cenderung memilh kendaraan yang lebih praktis dengan ukuran kecil. Sehingga lebih lincah digunakan dalam lalu lintas yang padat. Di sisi lain, konsumsi bahan bakar pun dirasa lebih irit.

Sementara itu, SUV akan melejit karena karakternya yang tangguh melewati kondisi jalan di Indonesia yang tak selalu mulus. Di sisi lain, saat ini SUV dihadirkan pemegang merek dengan kenyamanan seperti sedan. Selain itu, peningkatan permintaan SUV seiring pula harapan daya beli masyarakat yang meningkat.

“Kalau angka pertumbuhannya memang sulit disebut, tapi tren permintaan hatchback dan SUV ini memang meningkat. MPV meski masih dominan tapi berkurang sedikit demi sedikit,” tuturnya kepada Bisnis dalam kesempatan berbeda.

Head of MMC Product Planning Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Guntur Harling pun mengamini jika ada pergeseran pasar khususnya dari MPV ke SUV. Saat ini, pemasar Mitsubishi di Indonesia tersebut memiliki Pajero Sport dan Outlander sebagai jagoan di segmen SUV.

Meski demikian, pihaknya melihat pasar terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan masih akan dikuasai MPV. Oleh sebab itu pada 2017 KTB akan memasarkan produk LMPV yang di dalamnya disematkan ‘DNA’ SUV, seiring diresmikannya pabrik baru Mitsubishi di Indonesia.

“Memang ada pergeseran dari MPV ke SUV sehingga kami akan mengembngkan produk MPV dengan DNA SUV,” ujarnya.

Di kelas MPV saat ini KTB memiliki produk andalan Delica. Produk tersebut dihadirkan berlawanan dengan arus umum. Meski terkategori sebagai kendaraan mid high SUV, Delica memiliki ground clearance tertinggi di kelasnya, agar menyerap ketangguhan SUV.

BISNIS

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi