Institut Otomotif Indonesia Resmi Berdiri  
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Jumat, 20 Mei 2016 17:03 WIB
Ilustrasi perakitan mobil. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah lembaga yang berperan dalam memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha sekaligus mengembangkan industri otomotif Indonesia bernama Institut Otomotif Indonesia (IOI) resmi berdiri.

"Ini sebenarnya cita-cita yang cukup lama sudah pernah diperjuangkan untuk diwujudkan, tapi dulu tidak sempurna, jadi belum berfungsi. Kemenperin harus lebih baik dan lebih andil di dalamnya," kata Sekjen Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat di Jakarta, Jumat, 20 Mei 2016.

Syarif mengatakan, dalam membangun sebuah industri otomotif, Indonesia bukan sekadar membuat kendaraan, tapi juga harus membangun sebuah lingkungan agar industri pendukung lainnya dapat ikut berkembang.

Untuk mewujudkannya, Syarif melanjutkan, Kemenperin merasa perlunya sebuah perkumpulan yang di dalamnya terdapat para ahli untuk dapat dilibatkan dalam diskusi sebagai mitra pemerintah dan industri otomotif. "Seperti bicara emisi, kita bicara soal bahan-bahan, teknologi, industri bahan baku, kebijakan ekspor-impor, fasilitas, dan pajak. Jadi, kompleks. Ini terus terang, aparat pemerintah punya keterbatasan. Jadi, banyak yang harus dipikirkan dan dijalankan," katanya.

Untuk itu, IOI didirikan agar para ahli dan pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi industri kendaraan, komponen kendaraan hingga industri kecil menengah (IKM) komponen dapat saling berkontribusi untuk menciptakan sebuah lingkungan industri otomotif yang maju.

I Made Dana Tangkas, Chairman IOI, memaparkan institusi yang terletak di Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) Cempaka Putih, Jakarta, ini diharapkan bisa berperan untuk membangun industri otomotif nasional, baik dari segi pengembangan sumber daya manusianya, maupun menciptakan inovasi produk yang bisa diterima dunia. "Ini momentum baik untuk memajukan industri otomotif Indonesia. Sampai sekarang, Indonesia belum punya brand lokal, merek yang ada juga belum bisa mengolah karena kita tidak mengembangkan teknologi," ujar Made.

ANTARA

#Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi