70% Produsen Otomotif Inggris Khawatirkan Dampak Brexit
Reporter: Tempo.co
Editor: Rully Widayati
Kamis, 28 Juli 2016 23:01 WIB
Land Rover memperkenalkan mobil SUC Compact terbarunya, Range Rover Evoque Convertible di London, Inggris, 4 November 2015. Atap mobil pabrikan asal Inggris ini mampu membuka dan menutup secara otomatis, kurang lebih selama 20 detik. (Andy Green/Land Rover via Getty Images)

TEMPO.CO, Jakarta - Produksi kendaraan di Inggris meningkat 10,4% (year-on-year) pada Juni 2016. Namun, sejumlah produsen menyatakan kekhawatirannya bahwa pertumbuhan produksi tengah berada dalam situasi berbahaya jika pemerintah Inggris gagal mengamankan akses tak terbatas ke pasar tunggal Eropa.

Peningkatan jumlah produksi tersebut turut terkerek naik berkat kontribusi dari sebagian jumlah produksi Uni Eropa menjelang referendum voting Inggris untuk keluar dari Uni Eropa bulan lalu yaitu sekitar setengah dari jumlah ekspor kendaraan Inggris yang terjual.

Meski produksi naik menjadi 158.641 unit, Chief Executive of Society of Motor Manufacturers and Trader (SMMT) Mike Hawes mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut dipicu karena investasi beberapa tahun lalu sebelum Inggris keluar dan di masa mendatang, sehingga pertumbuhan tersebut dapat terancam akibat aksi Brexit.

“Pertumbuhan tersebut didasarkan pada banyak faktor, tetapi terutama pada akses bebas tarif untuk pasar tunggal, stabilitas ekonomi dan catatan tingkat produktivitas dari tenaga kerja terampil,” kata Hawes.

Survei yang dilakukan oleh SMMT terhadap para anggotanya pada 7-22 Juli ini, mengungkapkan bahwa 70% para produsen khawatir adanya kemungkinan hambatan dalam perdagangan dengan Uni Eropa dalam kesepakatan Brexit.

Kemudian, 60% dari total 289 responden menyatakan kekhawatirannya terhadap kurang adanya kepastian status masa depan pekerja Uni Eropa di Inggris.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi