Meski Turun, Hino Senang dengan Penjualan 2016
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Sabtu, 21 Januari 2017 11:00 WIB
Truk penyapu jalan (kiri) dan ambulans Hino. (Dok. Hino)

TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan kendaraan niaga mengalami penurunan sebesar 27 persen pada 2016.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Januari-Desember 2016 total penjualan kendaraan niaga (wholesales) hanya 221.107 unit, turun lumayan drastis dibanding penjualan 2015 sebesar 301.650 unit.

Meski demikian, penjualan truk Hino tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 1 persen dengan total penjualan mencapai 22.332 unit. Pada 2015, total penjualan truk Hino hanya 22.067 unit.

Baca: Pembangunan Tol Trans Jawa Dongkrak Penjualan Hino di JatengPasar Kendaraan Niaga, Hino Optimistis di 2017

Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan pencapaian penjualan di 2016 hanya mampu meraih 89 persen dari target awal sebesar 25 ribu unit. “Tapi, penjualan Hino di 2016 merupakan hasil maksimal di situasi yang sulit dan cukup baik jika dibanding pasar yang turun,” kata Santiko kepada Tempo, Jumat, 20 Januari 2017.

Menurut Santiko, hasil penjualan di 2016 membuat Hino tetap menjadi market leader untuk medium duty truck selama 17 tahun berturut-turut. Hasil menggembirakan juga datang dari kategori light duty truck di mana market share Hino terus tumbuh dan naik tahun ini menjadi 21,5 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 17 persen. “Hasil (penjualan) 2016 ini juga menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah bagi Hino Dutro sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2002,” ujarnya.

Simak:Melihat Proses Perakitan Truk Hino IndonesiaHino Dukung Kontes Modifikasi TrukTantangan Pasar Aftermarket Otomotif 2017

Santiko menambahkan, positifnya penjualan Hino sepanjang 2016 didorong dua faktor penting. Pertama faktor internal. Santiko menilai Hino memiliki produk yang lengkap untuk berbagai macam segmen bisnis sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih kendaraan niaga yang tepat untuk kelancaran bisnis mereka. “Sampai saat ini Hino memiiki 112 model dengan mesin tangguh dan sasis kuat yang membuat konsumen terus loyal terhadap produk kami,” tuturnya.

Hino, lanjut Santiko, memberikan layanan Total Support bagi pelanggan. Di antaranya adalah Free Service Program (FSP) selama 2 tahun yaitu perawatan berkala gratis selama dua tahun atau 60 ribu kilometer, express maintenance yaitu perawatan yang hanya dilakukan selama 59 menit, servis kontrak, jaminan suku cadang dan juga training untuk mekanik maupun driver customer.

Kedua adalah faktor eksternal. Santiko mengaitkannya dengan segmen konstruksi atau infrastruktur yang mulai tumbuh meski tipis. “Di semester ke II 2016, harga batubara mulai membaik. Ini berkontribusi pada meningkatnya permintaan dari segmen tambang. Segmen kargo juga terus meningkat,” katanya. 

WAWAN PRIYANTO

#Penjualan Mobil
#Hino

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi