Pasar Mobil Niaga Diprediksi Membaik Mulai Agustus 2017
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Jumat, 17 Maret 2017 09:00 WIB
Willem Sigar Tasiam, Pendaki gunung marathon yang menyelesaikan ekspedisi Navara, Jelajah Tanpa Batas, Mendaki 50 Gunung dalam 40 Hari di atas All New Nissan Navara VL di pendakian terakhir Gunung Sibayak, Sumatra Utara, 3 Juni 2016, Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan kendaraan niaga ringan, khususnya model pikap dan pikap kabin ganda, diperkirakan menggeliat pada paruh kedua tahun ini.

Menurut Manajer Pemasaran PT Tata Motor Distribusi Indonesia (TMDI), Wilda Bachtiar, membaiknya penjualan bergantung pada prospek bisnis pertambangan dan perkebunan, yang menjadi konsumen terbesar model kendaraan ini. "Meski harga komoditas sudah membaik sejak akhir tahun, pengusaha baru berani berinvestasi nanti, menunggu tren bisnis tambang dan kebun benar-benar stabil," kata dia, di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 16 Maret 2017.

BacaSuzuki Ignis Calon Peraih Mobil Urban Terbaik Dunia 2017Pasar Sepeda Motor Masih Lesu, Penjualan TurunMiniatur Truk Keren ini Made in Malang

Meski pasar belum terlalu bergairah, awal tahun ini TMDI mencoba menangkap peluang dengan memasarkan pikap kabin ganda Tata Xenon XT, yang diimpor secara utuh dari India. Wilda mengatakan strategi ini diterapkan untuk mengantisipasi kenaikan angka permintaan saat bisnis pertambangan dan perkebunan membaik. Untuk menarik minat konsumen, sejak awal tahun TMDI meminjamkan beberapa unit Tata Xenon XT ke pengusaha di berbagai daerah. “Sehingga, saat kembali berinvestasi, mereka memilih produk ini,” ujarnya.

PT Nissan Motor Indonesia juga menangkap adanya potensi perbaikan pasar kendaraan niaga tahun ini. Kepada Tempo, beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Nissan Indonesia, Antonio Zara, menyatakan akan menjual pikap kabin ganda Nissan Navara yang lebih murah untuk kebutuhan usaha. "Selama ini, Navara lebih disukai konsumen perorangan karena fiturnya mewah dan lengkap."

Tata Xenon XT

Dalam jangka panjang, Nissan bersama perusahaan aliansinya, Mitsubishi, akan memproduksi mobil pikap di Asia Tenggara karena potensi pasar yang masih tinggi. Rencana ini, menurut Chief Operating Officer Mitsubishi Motor Corp, Trevor Mann, diwujudkan untuk menghemat biaya produksi. "Sekaligus menjadi platform untuk produk pikap Mitsubishi dan Nissan di masa depan," ujar dia, seperti dikutip Reuters, pekan lalu.

Pada segmen truk ringan, Mitsubishi optimistis pada tahun ini penjualan di segmen komersial bisa tumbuh 10 persen. Direktur Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian, Duljatmono, mengatakan pertumbuhan itu ditunjang oleh pembukaan enam ruas jalan tol baru pada tahun ini, yang diharapkan dapat mempermudah proses distribusi berbagai komoditas. "Peresmian puluhan pusat logistik berikat di berbagai wilayah juga diharapkan dapat mempercepat proses pengaturan logistik, sehingga dapat memberikan efek positif terhadap pasar kendaraan niaga," katanya. 

SimakWah, Seluruh Manajemen Renault Terlibat Skandal Tes Polusi

Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia, Santiko Wardoyo, juga optimistis angka penjualan bisa tumbuh lebih tinggi. "Aneka indikator ekonomi terus menunjukan tren positif. Kami berharap ini bisa berlanjut sepanjang tahun."

Adapun Direktur Utama PT Mitra Pinasthika Mustika, pemilik jaringan dealer sejumlah merek kendaraan, Rudy Halim, mengatakan pelaku usaha masih menanti kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi lewat investasi dan konsumsi.

"Tingkat suku bunga seharusnya masih bisa turun untuk menarik minat investor," kata dia. Dengan demikian, tutur Rudy, sektor industri akan bergerak dan berdampak terhadap sektor lain, termasuk otomotif.

PRAGA UTAMA

#Penjualan Mobil

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi