Simak Hasil Investigasi Kasus Mobil Otonom Tesla
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Jumat, 20 Januari 2017 19:00 WIB
Versi 7.0 pembaruan perangkat lunak Tesla Model S berfitur Autopilot ditunjukkan selama acara Tesla di Palo Alto, California, 14 Oktober 2015. Seluruh armada Tesla bertindak seperti jaringan, dan saling berbagi informasi tentang cara mengemudi dengan fitur Autopilot. REUTERS/Beck Diefenbach

TEMPO.CO, Jakarta - Regulator keamanan otomotif di Amerika Serikat tidak menemukan bukti cacat pada kendaraan produksi Tesla Motors Inc., yaitu Model S yang diduga menyebabkan kematian seorang pria akibat bertabrakan dengan sebuah truk saat menggunakan fitur autopilot.

Kasus ini diawasi dengan ketat karena adanya dugaan fitur kendaraan otonom tidak dibarengi dengan peningkatan kewajiban adanya fitur keamanan pendukung atas risiko kecelakaan yang lebih besar.

Baca:Anak Kecelakaan karena Autopilot, Warga Cina Gugat TeslaTesla Model S, Sedan Mewah yang Menyetir Sendiri

Kecelakaan itu terjadi di dekat Williston, Florida, Mei lalu. Pengemudi yang menjadi korban menggunakan fitur kendaraan otonom dalam Tesla Model S yaitu Autopilot, sebelum ia bertabrakan dengan truk dan tewas.

Simak: Kembangkan Mobil Listrik, Mercedes-Benz Buat Merek Baru Polisi Los Angeles Pilih BMW i3 Ketimbang Tesla Model S

Seperti diwartakan Bisnis.com, Jumat, 20 Januari 2017, Chief Executive Tesla Elon Musk di akun Twitter-nya, memuji keputusan regulator tersebut yaitu National Highway Traffic Safety Administration NHTS yang memutuskan recall dan menyebut kecelakaan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengemudi yang menjadi korban.

Foxx pun mengatakan pabrikan mobil juga harus menjelaskan batas kemampuan dari fitur canggih tersebut. Dalam kasus Tesla Autopilot, satu keterbatasan adalah sistem tidak bisa mendeteksi kendaraan yang melintas di depan kendaraan korban.

BISNIS.COM

#Mobil Listrik
#Tesla

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi