Lokalisasi Industri Otomotif Perlu Ditingkatkan
Reporter: Tempo.co
Editor: wawan priyanto
Sabtu, 28 Januari 2017 07:00 WIB
Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah didorong meningkatkan true localisation untuk industri kendaraan bermotor. Saat ini, tingkat true localisation untuk otomotif masih berkisar 70 persen.

Angka tersebut sangat jauh dibanding tingkat kandungan lokal riil yang dicapai oleh negara industri lainnya, yakni mencapai 90 persen. "Sekarang tantangan otomotif kita adalah bagaimana meningkatkan true localisation. Ini harus dipercepat," kata Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono di Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

Baca:Yamaha Ajak Pengguna MAXI Yamaha ke Cibubur New Suzuki Carry Pick Up Dijual Mulai Rp 120,75 Juta

Saat ini sejumlah produsen telah memiliki tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) cukup tinggi. Toyota misalnya yang telah mencapai TKDN sebesar 80 persen. Produsen lain, PT Astra Daihatsu Motor bahkan mampu mencapai TKDN sebesar 90 persen lebih untuk beberapa produknya. Hanya saja angka tersebut belum termasuk true localisation.

Simak:Datsun Luncurkan Go Panca Special VersionIndonesia Jadi Basis Produksi Suzuki GSX 150 CC di Dunia

Sebabnya mayoritas bahan baku dan bahan penolong untuk komponen kendaraan masih didatangkan dari luar negeri. Industri hulu sektor otomotif masih sangat lemah. "Yang perlu didorong industri hulu, selain harus mampu memenuhi kebutuhan domestik juga harus mampu ekspor," ujarnya.

BISNIS.COM

#Industri Otomotif
#Toyota

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi