APM Optimistis, Ceruk Pasar Low MPV Masih Luas
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Rabu, 9 Agustus 2017 23:21 WIB
Penampilan baru, Grand New Veloz saat diluncurkan di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dua mobil MPV terbaru toyota, Grand New Avanza dan Grand New Veloz dikabarkan akan dijual dengan harga sekitar 170 jutaan hingga 220 jutaan. TEMPO/Praga Utama

TEMPO.CO, Jakarta -Pameran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS yang diselenggarakan pada tanggal 10-20 Agustus 2017, di Indonesia Convetion Exibhition (ICE) BSD City akan semakin seru dan panas dengan kehadiran para pemain baru yang diusung oleh para prinsipal melalui para agen pemegang merek (APM) di Indonesia. Mereka akan berupaya mencuri ceruk pasar yang tersisa maupun yang sudah digenggam oleh para pesaingnya. Semua APM berusaha membawa jagoannya ke pasar untuk bermain di semua kelas dan model, termasuk para pemain di kelas low multy purpose vehicle (low MPV) yang selama ini dikenal paling laris dan keras persaingannya.

Menurut data Gaikindo, volume penjualan jenis low MPV ini mencapai 310 ribuan unit atau sekitar 41,2 persen dari total pangsa pasar otomotif nasional.

Semua APM punya jenis low MPV sebagai jagoan. Toyota dengan Avanza, Daihatsu dengan Xenia, Suzuki dengan Ertiga, Mitsubishi awalnya dengan Maven kini dengan Expander, Honda dengan Mobilio, dan Nissan dengan Evalia. Sementara pabrikan Cina, Wuling bukan hanya sekadar impor kendaraan low MPV dalam kadaan utuh atau semi utuh, tetapi juga memproduksi di dalam negeri.

Posisi Toyota Avanza maupun Daihatsu Xenia sejak 10 hingga lima tahun terakhir tetap menguasai pangsa teratas dan tetap menjadi primadona di kelas low MPV. Data Gaikindo menyebutkan pada tahun 2012 Suzuki Ertiga sempat menggeser Avanza dan Xenia dalam volume penjualan. Namun hanya terjadi dalam beberapa bulan dan kembali melorot di urutan ketiga tertinggal dari Toyota Avanza maupun Xenia.

Sejak tahun 2010 hingga 2017, Avanza tetap yang teratas dalam penjualan otomotif jenis low MPV. Setiap bulan kendaraan produksi usaha patungan Jepang-Indonesia tercatat mampu menjual rata-rata setiap bulannya mencapai 10.000-an unit. Baru disusul Xenia 3.000-an unit, Suzuki Ertiga 2.800-an unit, Nissan Livina, dan Honda.

Menurut Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor Henry Tanoto kehadiran model baru dari merek lain di segmen low MPV harus dilihat dari sisi positifnya. "Setiap merek dipacu untuk menghadapi persaingan sehat sehingga produk berkualitas dengan harga yang terjangkau harus kita tawarkan. Konsumen sendiri akan mendapatkan pilihan beragam," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu 9 Agustus 2017. 

Menurut Henry, Toyota tidak terlalu khawatir dengan dengan semakin banyaknya pemain baru yang masuk ke segmen low MPV.Sebab, Toyota Avanza sudah lama dikenal dengan baik oleh masyarakat. Pasar segmen tersebut dan terus berkembang.

Executive General Manager Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kehadiran produk-produk low MPV berharga murah justru menguntungkan konsumen. "Artinya konsumen memiliki pilihan lebih banyak lagi," ujarnya.  Menurut Soerjo, Toyota memiliki pengalaman yang baik dalam menyambut kompetitor-kompetitor Toyota Avanza, Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga. Munculnya kompetitor tidak lantas membuat penjualan Avanza anjlok.  "Penjualan Avanza (kini) cukup stabil di kisaran 11 ribu unit," katanya. 

Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Saputra mengatakan pasar di segmen low MPV akan semakin luas dengan kehadiran produk-produk baru. Ia optimistis Ertiga memiliki konsumen loyal yang sudah terbentuk sejak lama. "Suzuki Ertiga tetap menjadi back bone penjualan kami," katanya.

SETIAWAN ADIWIJAYA

#Mobil
#Toyota Astra Motor

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi