Gempa Jepang, Produsen Otomotif Hentikan Produksi Sementara  
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan Adiwijaya
Senin, 18 April 2016 11:23 WIB
Logo Toyota Motor Corp yang digambarkan pada mesin kendaraan hybrid saat di showroom perusahaan di Tokyo, 24-9, 2012. Toyota akan merilis 21 model baru kendaraan hibrida selama tiga tahun ke depan. REUTERS/Yuriko Nakao

TEMPO.COTokyo - Toyota Motor Corp memperpanjang masa penghentian produksi di hampir semua pusat perakitan di Jepang selama sepekan. Dua gempa yang mengguncang Jepang menghambat distribusi barang.

Produksi akan dihentikan sementara mulai 18 April hingga 23 April 2016. Kegiatan operasional lebih dari 10 pabrik akan dihentikan. “Kami mentargetkan 20 April nanti sudah bisa memutuskan apakah akan kembali berproduksi mulai 25 April,” kata juru bicara Toyota, Ryo Sakai, seperti dilansir dari Automotive News, Senin, 18 April 2016.

Ryo mengatakan penghentian produksi mempengaruhi pabrik di Aichi serta wilayah utara dan barat Jepang. Pabrik truk Hino dan pusat perakitan yang dijalankan mobil kecil Daihatsu juga akan terpengaruh. Pabrik di Kyushu pun ditutup.

Perpanjangan masa penghentian produksi juga akan mempengaruhi produksi mobil Lexus, crossover Toyota RAV4, Toyota Prius Hybrid, serta Scion xB dan tC untuk Amerika.

Produsen otomotif di Jepang lain sama dengan Toyota. Nissan Motor Co, yang memiliki dua pabrik, Nissan Motor Kyushu dan Nissan Shatai, tutup sementara. Kedua pabrik dijadwalkan kembali dibuka pada Senin, 18 April 2016. Nissan Motor Kyushu membuat Rogue dan crossover Murano, hatchback Note, sedan Teanna, dan van Serena. Nissan Shatai memproduksi Infiniti QX80 dan SUV Nissan Patrol serta van Nissan Quest.

Sedangkan Mitsubishi Motors Corp mengatakan pabrik Mizushima pada Senin ini tak akan membuat semua produk. Esoknya, semua produksi akan dihentikan.

AUTOMOTIVE NEWS | VINDRY FLORENTIN

#Industri Otomotif
#Toyota
#Jepang

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi