Toyota Ekspor Ratusan Ribu Unit Mobil ke Lebih dari 80 Negara
Reporter: Tempo.co
Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Kamis, 13 Oktober 2016 09:45 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil di pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, 26 Januari 2016. Pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner dengan kapasitas mencapai 130.000 unit pertahun atau setara 1,8 menit untuk memporduksi satu mobil. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.COJakarta - Direktur Senior PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Edward Otto Kanter mengatakan, sepanjang 2016 hingga September ini, perusahaan telah mengekspor produk-produknya ke lebih dari 80 negara. Mayoritas kendaraan yang dikirim perusahaan tersebut berbentuk completely build up (CBU) dengan jumlah 123.700 unit.

Selain itu, pemerintah mengekspor 34.500 mobil complete knock down (CKD), mesin bensin lebih dari 90.300 unit, mesin etanol lebih dari 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah. “Dikirim ke kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah,” kata Edward dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Oktober 2016.

Kegiatan ekspor tersebut dilakukan sejak 1987. Awalnya Toyota mengirimkan Toyota Kijang generasi ketiga (Kijang Super) ke Brunei Darussalam. Adapun momentum ekspor terbaik diperoleh Toyota saat dipercaya menjadi salah satu basis produksi bagi pengembangan kendaraan innovative international multi-purpose vehicle (IMV), yakni model Kijang Innova pada 2004 dan langsung mengekspor pada tahun yang sama.

Edward menyebutkan pencapaian Toyota sebagai industri manufaktur otomotif di Indonesia tidak diraih dengan singkat. Berawal sebagai importir pada 1970-an, kini Toyota perlahan menjadi basis produksi dan ekspor sejak 2004. Selain itu, Toyota bercita-cita menjadi rantai pasok (supply chain) bagi Toyota global. Caranya dengan penambahan produk dan kehadiran pabrik mesin baru di Karawang.

Saat ini rata-rata volume ekspor kendaraan utuh dari pabrik Toyota dan grupnya di Indonesia telah mencapai 12 ribu unit per bulan. Rata-rata volume ekspor mesin, CKD, dan komponen sebanyak 750 kontainer per bulan. 

Peningkatan volume ekspor kendaraan Toyota juga diiringi peningkatan penggunaan komponen dalam negeri. Jadi produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas global, tapi juga sarat kandungan lokal.

Edward mencontohkan produk Toyota, seperti Kijang Innova, memiliki tingkat kandungan lokal hingga 85 persen, sedangkan produk baru Sienta sudah mencapai 80 persen. Untuk produk Fortuner 75 persen serta Vios, Yaris, dan Etios Valco telah memiliki kandungan lokal 60 persen. 

Hingga September 2016, tercatat 139 pemasok lokal lapis pertama mendukung kegiatan produksi pabrik Toyota. “Peningkatan ini tidak dapat diperoleh tanpa kehadiran serta dukungan dari keberadaan pemasok lokal,” ucap Edward.

DANANG FIRMANTO

#Industri Otomotif
#Toyota

 

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi