Miliki Jeroan Spesial, Ini Bukan Mobil Sport Biasa
Reporter: Tempo.co
Editor: Ali Akhmad Noor Hidayat tnr
Senin, 27 Maret 2017 10:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Pameran mobil di Jenewa, Swiss, pada pertengahan Maret lalu benar-benar dimanfaatkan para produsen mobil dunia untuk adu kecanggihan teknologi dan desain mutakhir. Nama besar di industri otomotif, seperti Ferrari, Lamborghini, dan McLaren, berlomba-lomba meluncurkan produk baru mereka.

Toh, meski panggung utama pameran itu dikuasai merek-merek tersebut, sejumlah rumah produksi kecil dari negara yang tak punya tradisi membuat super-car—seperti India dan Singapura—ikut meramaikan dengan memamerkan mobil super versi mereka sendiri. Apa saja produk mobil super terbaru yang diluncurkan di Jenewa? Berikut ini ulasannya:

Ferrari 812 Superfast

Kiprah pabrikan berlogo kuda jingkrak ini di ranah mobil super tak perlu diragukan lagi. Tapi, dalam satu dekade terakhir, kedigdayaan Ferrari diuji oleh kemunculan mobil-mobil super yang mengusung mesin berkekuatan raksasa. Misalnya Bugatti dengan produk Veyron dan Chiron yang memiliki mesin berkekuatan masing-masing 1.000 dan 1.500 tenaga kuda.

Baca: Populasi Ferrari di Indonesia Mencapai 400 Unit

Dalam pameran otomotif Jenewa tahun ini, Ferrari akhirnya menjawab tantangan pabrikan super-car lainnya dengan meluncurkan 812 Superfast. Mobil ini memakai mesin 6.500 cc dengan konfigurasi silinder V-12, yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 800 tenaga kuda. Kekuatan mesin sebesar itu diklaim mampu melesatkan mobil dari diam ke 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2,9 detik. Ini lebih lambat 0,5 detik dari kemampuan 0-100 kilometer per jam Bugatti Chiron.

Chief Marketing Officer Ferrari, Enrico Galliera, saat peluncuran mobil ini mengatakan 812 Superfast adalah produk yang teramat spesial karena diluncurkan pada tahun peringatan hari jadi Ferrari ke-70. “Selain mobil dengan kekuatan terbesar yang pernah kami produksi, 812 Superfast menjadi Ferrari pertama yang menggunakan power steering elektrik, sehingga pengendaliannya semakin baik.” Inovasi terbaru Ferrari pada produk ini adalah sistem aerodinamika aktif berupa sirip pada bagian depan dan belakang mobil.

Baca: Mercedes-Benz Marco Polo Horizon, Bak Rumah Berjalan  

Lamborghini Huracan Performante

Pesaing terbesar si kuda jingkrak yang sama-sama berasal dari Italia, si banteng ngamuk Lamborghini, melahirkan generasi baru produk Huracan, yang performanya tak kalah mengerikan. Dengan mesin 5.200 cc V-10, mobil ini memiliki kekuatan sebesar 640 tenaga kuda.

Meski mesin dan tenaganya sedikit di bawah Ferrari 812 Superfast, toh kemampuan mobil ini melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam sama-sama 2,9 detik. Kunci kehebatan performa Huracan Performante adalah bobotnya yang lebih ringan 40 kilogram, berkat penggunaan bahan karbon khusus untuk sebagian bodinya.

Kecanggihan mobil ini terlihat pada keberadaan komputer pintar pengatur sistem aerodinamika kendaraan bernama Lamborghini Piattaforma Inerziale. Perangkat ini secara otomatis mendeteksi kecepatan mobil dan angin di sekitar kendaraan. Saat mobil melaju di kecepatan tinggi, komputer akan memerintahkan komponen berbentuk sirip di bumper depan untuk mengarahkan angin ke bagian bawah mobil, sehingga tekanan hambatan angin berkurang.

McLaren 720S

Dari Inggris, produsen spesialis mobil sport dan super McLaren hadir dengan 720S yang sudah dinanti-nantikan penggemar setia mereka. Direktur Super Series McLaren Haydn Baker, seperti dikutip dari Telegraph, mengatakan kebanyakan para penggemar merek ini sebetulnya sudah punya banyak mobil sport di garasinya. “Mereka rata-rata pria berusia menengah yang super-kaya dan tak cukup punya satu mobil sport. Mereka rela membayar mahal untuk memiliki sebuah McLaren.”

Dengan banderol di atas 200 ribu pound sterling (sekitar Rp 3,3 miliar) per unit, McLaren 720S menjanjikan sensasi berkendara yang fantastis. Kecepatan maksimal mobil ini mencapai 314 kilometer per jam yang dihasilkan dari mesin 4.000 cc V-8 yang dilengkapi turbocharger. Kemunculan McLaren 720S di Jenewa terbukti langsung disambut konsumen mereka dengan antusias. Sebanyak 400 unit mobil ini laris terjual selama pameran yang berlangsung sepuluh hari itu.

TATA Racemo

Di Indonesia, merek TATA yang berasal dari India identik dengan produk kendaraan niaga seperti truk dan pikap. Siapa sangka, TATA ternyata memiliki divisi khusus pengembangan kendaraan dengan performa tinggi. Di Jenewa, TATA memperkenalkan mobil sport bernama Racemo, yang diklaim mengusung teknologi konektivitas Internet. Dalam peluncurannya, TATA mengatakan telah bekerja sama dengan Microsoft dalam merancang sistem kendaraan ini.

Secara performa, Racemo masih jauh dari produk mobil sport pabrikan terkemuka. Mobil yang masih dalam bentuk purwarupa itu memakai mesin 1.200 cc tiga silinder dilengkapi turbo. Kemampuan mobil dari diam ke 100 kilometer per jam dicapai dalam waktu 6 detik. Racemo memang tak sebanding dengan Ferrari maupun Lamborghini. Namun setidaknya TATA sudah punya persiapan yang baik untuk menantang mobil-mobil sport buatan pabrikan Asia lainnya, seperti Toyota 86 atau Mazda MX-5.

Vanda Dendrobium

Mobil ini menjadi salah satu pencuri perhatian pengunjung pameran mobil Jenewa. Selain muncul sebagai merek baru, Dendrobium merupakan mobil elektrik yang diklaim punya kemampuan setara dengan mobil super pada umumnya. Selain itu, mobil ini dibuat oleh Vanda Electronics, sebuah perusahaan inovasi asal Singapura.

Bos Vanda Electronics, Larissa Tan, seperti dikutip dari Autocar, mengatakan perusahaannya berencana memproduksi mobil ini secara massal dalam waktu 2 tahun ke depan. Vanda menggandeng perusahaan teknologi asal Inggris, Williams Advanced Engineering, dalam pengembangan Dendrobium.

Sebagai mobil elektrik berperforma tinggi, Dendrobium menggunakan motor listrik dan baterai lithium-ion yang serupa dengan yang dipakai pada mobil balap di kompetisi Formula E. Didukung dengan konstruksi bodi dan sasis yang ringan, Dendrobium diklaim mampu lari hingga kecepatan maksimal 321 kilometer per jam.

PRAGA UTAMA | TELEGRAPH | USA TODAY | AUTOCAR


 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi